2. Dikenal sebagai pembicara terbaik di Asia
Syed Saddiq mengaku belajar banyak tips berdebat dari YouTube dan mulai berdebat pada usia 17 tahun dan memenangkan penghargaan Asia's Best Speaker. Bukan hanya sekali, melainkan tiga kali di Kejuaraan Debat Parlemen Asia Inggris. Berkat kemampuannya dalam berdebat itu, sejak tahun 2012 hingga saat ini, Syed Saddiq menjadi pelatih debat internasional yang mengajar di 25 negara.
3. Menolak beasiswa ke Universitas Oxford
Baru-baru ini dikabarkan Syed Saddiq menolak tawaran kedua beasiswa Chevening untuk program Master di Public Policy Universitas Oxford dan lebih memilih mendedikasikan dirinya di dalam politik negara. Dia mengatakan bahwa ia harus mereformasi dan melayani rakyat Malaysia.
4. Mengaku tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik
Meskipun Syed Saddiq lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai sarjana hukum dan menjadi pelatih debat internasional, tidak serta merta membuatnya menjadi fasih berbahasa Inggris. Dilansir dari Malay Mail, Syed Saddiq mengaku, ia tidak pernah mendapat nilai A dalam mata pelajaran bahasa Inggris di Malaysia, meskipun kurikulum bahasa Inggris di negaranya tidak sulit.
Pengetahuannya benar-benar parah, ia bahkan pernah berpikir bahwa Afrika adalah sebuah negara dan Mesir adalah sebuah benua. Dengan pengetahuan seperti itu, Syed Saddiq tidak pernah berpikir bahwa ia akan mencapai banyak kesuksesan.
Ketika ia mulai berdebat, ia bertekad hanya akan menjadi pembicara terbaik di Malaysia. Namun saat usianya 23 tahun, Syed Saddiq bersaing dengan universitas besar dunia seperti Oxford, Cambridge, dan Harvard dan itu membuatnya termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya. Hasilnya, ia bahkan memenangkan penghargaan Penutur Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL) terbaik.
5. Pernah mendapat ancaman pembunuhan
Baca Juga: 3 TKI Malaysia Korban Kecelakaan Speedboat Dipulangkan ke NTT
Dilansir dari Says, anak bungsu dari empat bersaudara ini pernah diduga memberikan suap sebesar 5 juta ringgit Malaysia (Rp 17 miliar) ke saluran Bersatu dan menantang Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad untuk berdebat. Pelaku mengiriminya foto yang bisa memecah belah keluarganya.
Namun, Syed Saddiq dengan berani mengatakan bahwa seberapa banyak uang suap yang ditawarkan atau seberapa parah ancaman itu dilayangkan kepada dirinya, keluarga atau teman-temannya, dia lebih memilih mati daripada kehilangan martabatnya.
Berita Terkait
-
3 TKI Malaysia Korban Kecelakaan Speedboat Dipulangkan ke NTT
-
Orang Keturunan Jawa Ini Gantikan Najib Razak Jadi Presiden UMNO
-
PM Mahathir Sempat Takut Ajak Jokowi Test Drive di Malaysia
-
Soal Ekspor Sawit, Mahathir Ajak Indonesia 'Melawan' Eropa
-
WNI Banyak di Malaysia, Mertua Mahathir Ternyata Orang Indonesia
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku