Suara.com - Model cuaca yang sudah dibuat oleh para ahli sekarang dapat memprediksi kapan akan terjadinya badai atau hujan deras. Namun masih saja ilmuwan kesusahan memprediksi kapan petir terjadi.
Baru-baru ini, para peneliti berhasil membuat simulasi global yang lebih akurat untuk memprediksi kapan dan dimana petir akan menyambar.
BACA JUGA: Gelar Kompetisi, NASA Siapkan Hadiah Rp 14,9 Triliun
Dalam teori ilmiah, petir biasanya terbuat dari dua bahan utama. Bahan pertama, ia membutuhkan udara hangat yang naik untuk menciptakan awan guntur.
Bahan yang kedua adalah awan guntur harus mempunyai graupel atau hujan es lembut yang berbentuk tetesan super dingin.
BACA JUGA: Disetujui NASA, Deretan Tanaman Ini Mampu Hilangkan Stres
Perbedaan muatan listrik yang tercipta bisa menghadirkan medan listrik yang besar sehingga tercipta petir.
Model cuaca dan iklim untuk mensimulasikan petir yang sebelumnya dikuasai oleh ilmuwan memiliki resolusi spasial sekitar 100 kilometer.
Berita Terkait
-
Menko Polkam Andalkan Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla, Ini Daftar 6 Provinsi Paling Rawan
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi
-
Putri Hujan & Kesatria Malam: Cinta, Pengorbanan, dan Rahasia Keluarga Hanafiah
-
Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini
-
Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel