Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan sel-sel dalam otak yang bisa membuat seseorang berani, demikian diungkap dalam sebuah studi yang pekan ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Sudah umum diketahui bahwa manusia memiliki tingkat keberanian berbeda dan tak semua orang berani melakukan tindakan berbahaya. Meski sudah umum, mekanisme biologi dalam otak terkait perbedaan ini masih menjadi misteri.
Tapi baru-baru ini para ilmuwan dari Uppsala University, Swedia dan Federal University of Rio Grande do Norte, Brasil itu menemukan sekelompok sel dalam hippocampus yang diyakini berperan saat tindakan penuh risiko diambil dan berkaitan dengan kecemasan.
Hippocampus sendiri merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses ingatan jangka panjang dan respon emosional.
Dalam risetnya para ilmuwan menunjukkan bahwa beberapa sel syaraf yang dikenal sebagai sel-sel OLM memproduksi sebuah tipe gelombang otak ketika dirangsang.
Gelombang-gelombang ini biasanya terdeteksi atau lazim ditemukan pada binatang ketika mereka merasa aman, meski berada dalam lingkungan penuh bahaya. Misalnya, ketika sedang bersembunyi saat diburu predator.
Manipulasi pada sel-sel OLM ini diketahui bisa memengaruhi kecemasan dan mendorong binatang untuk mengambil risiko.
Temuan ini, seperti dilansir Newsweek, bisa berguna untuk mengobati kondisi gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada manusia. Mereka yang mengalami kondisi ini diketahui sering kali sangat takut mengambil risiko.
Kecemasan sendiri, dalam kondisi normal, sangat penting karena membantu manusia mengatasi ancaman dan melindungi diri dari bahaya. Tetapi mereka yang mengalami anxiety disorder biasanya merasakan kecemasan yang luar biasa sehingga kualitas hidup mereka menurun.
Lazimnya mereka yang menghadapi masalah ini diberikan obat antidepresi. Sayangnya obat seperti ini memiliki efek samping terhadap otak. Karenanya temuan para ilmuwan dalam studi ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan cara perawatan baru yang lebih tepat sasaran.
Berita Terkait
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Bukan Mistis! Ini Alasan Kenapa Kamu Sering Lihat Wajah Makhluk Hidup di Benda Mati
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Mencintai Dalam Diam di Buku Untuk Nama Yang Tak Berani Kusebut Dalam Doa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation