Suara.com - Go-Jek akan segera mengoperasikan layanannya di Thailand setelah pada pekan ini meresmikan layanannya yang menggunakan nama Go-Viet di Hanoi, Vietnam.
Presiden Go-Jek Indonesia, Andre Soelistyo, mengatakan bahwa akan segera beroperasi di Thailand dan sedang berkoordinasi dengan regulator di Singapura dan Filipina untuk mewujudkan ambisi ekspansi Asia Tenggara.
"Thailand dalam waktu sangat dekat ... tim kami sudah bergerak untuk mengoperasionalisasikan produk (di sana)," kata dia.
Pada Juni lalu pernah diberitakan bahwa Go-Jek akan beroperasi pada September ini di Thailand dengan menggunakan merek GET. Sama seperti di Vietnam, di Thailand Go-Jek juga akan menggandeng mitra lokal.
Sementara di Singapura dan Filipina, jelas Andre, Go-Jek sedang berusaha untuk memenuhi semua persyaratan agar bisa memperoleh izin untuk beroperasi.
Sebelumnya diberitakan bahwa Go-Jek sedang mengurus perizinan dan bahkan sudah mendirikan sebuah perusahaan baru di Filipina. Sementara pada April lalu beredar kabar bahwa Go-Jek disebut sudah bernegosiasi dengan ComfortDelGro, operator taksi terbesar di Singapura. ComfortDelGro tadinya bermitra dengan Uber.
Pada Mei lalu Go-Jek mengumumkan telah mempersiapkan investasi senilai 500 juta dolar Amerika Serikat untuk berekspansi ke empat negara di Asia Tenggara.
Peresmian Go-Viet di Hanoi pada Rabu (12/9/2018) menandai ekpansi Go-Jek di kawasan Asia Tenggara. Di Vietnam, Go-Jek sudah beroperasi di Hanoi dan Ho Chi Minh City.
Andre mengatakan bahwa Vietnam dipilih sebagai negara pertama di Asia Tenggara karena beberapa faktor. Dua di antaranya adalah kemiripan budaya dengan Indonesia dan tingginya penetrasi media sosial.
"Penetrasi sepeda motor (di Vietnam) sangat tinggi dan itu adalah kunci utama bagi platform kami," kata Andre.
Ekspansi Go-Jek ke Asia Tenggara memang dinilai berpotensi mengisi kekosongan yang ditinggalkan Uber, perusahaan Amerika Serikat yang hengkang pada awal tahun ini. Uber menyerahkan bisnisnya di Asia Tenggara kepada Uber. Di kawasan Asia Tenggara, Go-Jek akan bertarung keras dengan Grab yang bermarkas di Singapura. (CNBC)
Berita Terkait
-
Lagi Tampil di Panggung, Gigi Palsu Kontestan Miss Grand Thailand Copot
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya
-
5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta
-
6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot
-
4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian
-
Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
-
3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda
-
Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air