Suara.com - Bekas CEO Google, Eric Schmidt pada pekan ini meramalkan bahwa dalam 10 tahun ke depan, internet akan terbelah menjadi dua dan salah satu cabangnya akan dipimpin oleh Cina.
Ramalan itu disampaikan Schmidt saat menjawab pertanyaan tentang apakah ada peluang internet akan terpecah-pecah menjadi fragmen-fragmen sub-internet yang memiliki regulasi berbeda di masa depan.
"Menurup saya skenario yang paling mungkin bukan perpecahan, tetapi terbelah menjadi dua cabang yang salah satu cabangnya dipimpin oleh Cina dan satunya lagi oleh Amerika," kata Schmidt seperti dilansir dari CNBC.
"Jika Anda melihat Cina, dan saya baru saja pulang dari sana, akan terlihat bahwa perusahaan, layanan, dan kemakmuran yang sedang dibangun benar-benar berskala besar. Internet Cina menyumbang sangat besar terhadap GDP negara dan nilainya lebih besar ketimbang di AS," lanjut dia.
"Menurut saya, kita akan melihat kepemimpinan luar biasa dari Cina dalam soal produk dan layanan. Meski demikian ada bahaya di sana, karena bersama produk dan layanan itu akan datang rezim pemerintahan yang berbeda, akan ada sensor, kontrol, dll," beber dia.
Schmidt tampaknya memang mengagumi kemajuan teknologi Cina. Pada November tahun lalu itu memperingatkan pemerintah AS untuk lebih giat lagi mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) jika tak ingin tertinggal dari Cina. Ia memprediksi Cina akan menjadi pemimpin dalam teknogi AI pada 2030.
Berita Terkait
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
HP Google Pixel 10a Resmi Meluncur, Usung Fitur Baru Dukungan Satellite SOS
-
Viral, 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps Rumah Jokowi
-
Komdigi Ungkap Alasan Kuota Internet Hangus Tak Bisa Rollover, Beberkan Dampaknya ke Pelanggan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5