Suara.com - Bloomberg mengklaim, Apple dan Amazon adalah salah satu perusahaan yang data-datanya dicuri oleh mata-mata Cina. Namun, Apple, Amazon dan Super Micro telah menyangkal klaim tersebut dan menyebut mereka "tidak benar".
Secara khusus, Apple merilis pernyataan yang kuat dalam menanggapi artikel Bloomberg dengan mengatakan, tidak ada bukti mendukung tuduhan tersebut.
Amazon dan Apple keduanya membantah ada substansi atas klaim Bloomberg. Amazon mengatakan, "Kami tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim chip jahat atau modifikasi perangkat keras."
Apple pun mengambil langkah yang sama atas hasil penemuan Bloomberg, "Kami telah berulang kali dan konsisten menawarkan tanggapan faktual, pada catatan, menyangkal hampir setiap aspek dari cerita Bloomberg yang berkaitan dengan Apple."
Super Micro Computer mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya investigasi pemerintah terhadap masalah ini dan tidak ada pelanggan yang berhenti menggunakan produknya karena kekhawatiran tentang peretas Cina.
Kementerian Luar Negeri Cina menyebut, cerita itu sebagai "tuduhan serampangan" dan mengatakan keamanan rantai pasokan adalah "masalah keprihatinan bersama".
Namun, menurut temuan Bloomberg data tersebut telah disedot melalui chip kecil yang dimasukkan ke dalam papan sirkuit server yang dibuat oleh sebuah perusahaan bernama Super Micro Computer. Server telah dikompromikan selama manufaktur dan chip diaktifkan setelah mereka berdiri dan berjalan.
Bloomberg mengatakan, penyelidikan selama satu tahun oleh wartawan Jordan Robertson dan Michael Riley telah menemukan bukti terjadi serangan luas, yang memberi Beijing akses ke-30 perusahaan besar dan banyak agen federal.
Dikatakan bahwa informasi pertama tentang kampanye mata-mata telah muncul selama pengujian keamanan yang dilakukan oleh Amazon pada tahun 2015 sebelum mulai menggunakan server dari perusahaan AS Elemental, yang telah diproduksi oleh Super Micro Computer di pabrik-pabrik di Cina.
Baca Juga: Lagi, Samsung Sindir Apple dengan Cara Unik
Dan penemuan ini kemudian memulai "penyelidikan rahasia" jangka panjang oleh badan-badan intelijen AS, yang menemukan server yang dikompromikan, mulai di pusat data Departemen Pertahanan, kapal perang onboard dan menangani data yang dikumpulkan oleh drone CIA.
Menurut Bloomberg, Cina berada di tempat yang tepat untuk melakukan serangan semacam ini, kata Bloomberg, karena 90 persen dari PC dunia dibuat di negara tersebut.
Melaksanakan serangan itu melibatkan pengembangan mendalam tentang desain produk, memanipulasi komponen di pabrik, dan memastikan bahwa perangkat yang dimanipulasi berhasil melewati rantai logistik global ke lokasi yang diinginkan", katanya.
Banyak perusahaan AS, termasuk Apple, Amazon dan bank-bank besar, juga menggunakan perangkat keras Komputer Super Micro.
Bloomberg mengklaim bahwa penyelidikan tersebut menyebabkan beberapa perusahaan menghapus server yang dibuat oleh Super Micro dan mengakhiri hubungan bisnis dengan perusahaan.
Bloomberg mengatakan bahwa sanggahan ketiga perusahaan itu dimentahkan oleh kesaksian dari enam pejabat keamanan nasional saat ini dan mantan, serta orang dalam di Apple dan Amazon yang telah merinci penyelidikan dan akibatnya. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS Indonesia - China Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan