Suara.com - Instagram mengatakan akan kembali menindak pengguna yang melakukan "aktivitas palsu" hanya untuk meningkatkan popularitas akun. Instagram mulai menghapus akun-akun palsu dari following list akun pengguna yang menggunakan cara ini, di mana akun palsu tersebut juga digunakan untuk meninggalkan komentar atau like.
Dilansir dari Tech Crunch, Instagram telah mengirimi mereka peringatan untuk mengubah kata sandi dan memutuskan hubungan dengan aplikasi yang menawarkan jumlah pengikut palsu. Pengguna biasanya harus memberikan username dan kata sandi pada layanan tersebut, yang kemudian dapat mengendalikan akun pengguna secara otomatis untuk memberi komentar, like, bahkan mengikuti akun terkait dengan hashtag yang diinginkan demi meningkatkan jumlah pengikut.
Tindakan ini dilakukan Instagram terkait dengan masalah bocornya privasi data Facebook, di mana perusahaan tersebut ingin menyakinkan bahwa jaringan sosial dan layanan mereka dapat dipercaya.
"Baru-baru ini kami telah melihat akun menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan pengikut mereka. Mulai hari ini kami akan mulai menghapus komentar, like, dan follower dari akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan popularitas mereka," tulis Instagram dalam sebuah posting blog.
Sebelumnya, tak hanya Instagram yang melakukan "pembersihan" akun-akun ini. Twitter telah melakukan upaya serupa untuk membasmi akun palsu yang mengakibatkan penurunan jumlah pengikut untuk beberapa pengguna.
Instagram berharap dapat mencegah pengguna agar tidak memberikan rincian informasi untuk masuk ke akun mereka kepada perusahaan lain karena ini dapat menyebabkan akun tersebut diretas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
-
DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi
-
Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas
-
BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM
-
Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga
-
Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak
-
Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On
-
Restrukturisai WIKA, Dony Oskaria Peringatkan Direksi: Jangan Akal-akalan!