Untuk perusahaan teknologi, memerangi penipu rumit oleh fakta bahwa banyak operasi dukungan teknis yang sah, termasuk beberapa Microsoft, beroperasi dari India.
Penipuannya cukup menguntungkan. Para peneliti di Stony Brook University, yang menerbitkan studi rinci tentang layanan dukungan teknologi palsu tahun lalu, memperkirakan bahwa satu kampanye pop-up yang tersebar di 142 domain web membawa hampir 10 juta dolar AS hanya dalam dua bulan.
Najmeh Miramirkhani, penulis utama dari makalah penelitian, mengatakan jaringan entitas yang terlibat dalam penipuan itu kompleks, dengan beberapa membuat panggilan mereka sendiri dan orang lain menjalankan situs outsourcing panggilan ke India. Banyak penipu juga berbagi data dengan satu sama lain.
"Ini adalah kejahatan terorganisir," katanya.
Microsoft mengatakan, pihaknya bekerja dengan para pemimpin industri teknologi lainnya seperti Apple dan Google, serta penegakan hukum, untuk melawan bencana, yang bermigrasi di luar dunia berbahasa Inggris untuk menargetkan pengguna lain dalam bahasa lokal mereka. Di 16 negara yang disurvei Microsoft, orang-orang di India dan Cina adalah yang paling mungkin membayar para penipu.
Masalahnya meluas di luar dukungan teknis palsu juga. Pada bulan Juli, Departemen Kehakiman mengatakan 24 orang di delapan negara telah dihukum karena peran mereka dalam skema menggunakan agen call-center India untuk meniru penagih pajak di Internal Revenue Service. Para pencuri menipu lebih dari 15.000 orang dari ratusan juta dolar. Tiga puluh dua kontraktor di India juga didakwa.
Sebagai informasi, I.R.S., Microsoft, dan perusahaan teknologi resmi lainnya tidak memanggil pengguna mereka secara tiba-tiba. Mereka juga tidak mengirim lansiran keamanan ke layar yang memberi tahu pelanggan untuk menghubungi mereka. Sehingga jangan sembarang percaya dengan pesan yang terkirim tanpa sumber yang jelas. [NYTimes/BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan