Suara.com - Aplikasi ini dapat dibeli dengan mudah di Apple dan Google Play Store, bahkan dapat membantu seseorang melacak telepon seseorang dan mencari riwayat Internet mereka.
Program seperti mSpy dan mSpy and Text, Message, Notification, Location Remote Spy, dipasarkan kepada orang tua yang melacak anak-anak mereka. Kini bisa digunakan untuk melacak pasangan Anda.
Dalam satu review untuk perangkat lunak, dengan membeli seharga 20 poundsterling atau sekitar Rp 366.985 (1 poundsterling = Rp 18.349) per bulan, aplikasi ini dinilai paling berguna dan sangat mudah digunakan.
Pengguna lain menuliskan, "Aplikasi ini sangat berguna dan melakukan segala sesuatu yang seharusnya dilakukan."
"Saya bisa melihat semua yang telah disembunyikan pacar saya dari saya dan karena dia membiarkan saya di sepanjang waktu itu sangat mudah," tulis yang lainnya lagi.
Orang-orang mengklaim dalam ulasan dengan menggunakan aplikasi Text, Message, Notification, Location Remote Spy dapat melacak keberadaan pasangan mereka.
"Semua orang harus mendapatkan aplikasi ini terutama dari Anda memiliki anak atau orang lain yang Anda curigai setia. Itu menyelamatkan saya banyak sakit hati dan rasa sakit. Terima kasih karena benar-benar membantu saya."
mSpy, dengan harga hingga 14,99 poundsterling atau senilai Rp 275.181 setahun, dapat membantu orang tua memonitor pesan teks, panggilan, lokasi GPS saat ini, Snapchat, WhatsApp dan banyak lagi.
Namun dalam satu tinjauan, seorang pengguna mengklaim bahwa aplikasi ini sebenarnya dapat memperoleh catatan Whatsapp yang dihapus.
Baca Juga: 5 Aplikasi Tak Berfaedah di Google Play Store Ini Banyak Diunduh
Situs web aplikasi mengatakan itu adalah pelanggaran untuk menginstal perangkat lunak ke perangkat yang tidak Anda miliki.
Mengakses perangkat komputer tanpa izin seseorang adalah pelanggaran di bawah Undang-Undang Kepolisian dan Keadilan dan dapat membawa hukuman penjara dua tahun.
Fine Line Labs, yang menjalankan Text, Message, Notification, Location Remote Spy, mengatakan aplikasi itu digunakan oleh penggunaan orangtua atau majikan.
Mereka mengatakan satu-satunya cara seseorang dapat memasang aplikasi di ponsel seseorang adalah membuka kuncinya dan menginstal perangkat lunak pemantauan.
Seorang juru bicara menambahkan, "Kedua situasi (membuka dan membaca informasi pribadi Anda, dan membuka kunci untuk menginstal perangkat lunak) adalah ilegal, jadi kami percaya bahwa orang yang taat hukum akan menggunakan aplikasi kami secara legal. Untuk pencuri yang mencuri perangkat untuk mendapatkan akses ke sana, itu sepenuhnya terpisah dari aplikasi kami dan aplikasi yang dimaksudkan."
Kebijakan Google termasuk melarang aplikasi Surveillance dan Commercial Spyware yang dijual di Play store. Aplikasi apa pun yang melanggar kebijakan dihapus. [The Sun]
Berita Terkait
-
Melanggar Aturan, Apple Hapus Sticker WhatsApp dari App Store
-
5 Aplikasi Tak Berfaedah di Google Play Store Ini Banyak Diunduh
-
Waspada, Google Temukan Enam Aplikasi Keuangan Palsu
-
Google dan Spark Luncurkan Aplikasi untuk Terjemahan Lewat Foto
-
Aplikasi di App Store Tak Bisa Diakses, Apple Diprotes Developer
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
TPNPB-OPM Klaim Tembaki Aparat di Tolikara, Warga Diancam Jadi Target
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
-
Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat
-
Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli
-
Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%