Suara.com - Baru-baru ini, Google menemukan enam aplikasi palsu yang meniru aplikasi pertukaran cryptocurrency di Austria di Play Store. Keenam aplikasi ini, menurut laman Softpedia, telah mencuri data serta data login para pengguna Android.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh peneliti keamanan ESET Lukas Stefanko. Dalam laporan tersebut, aplikasi keuangan palsu ini menyamarkan diri seolah-olah merupakan aplikasi pertukaran mata uang kripto Austria Bitpanda.
“Pakai nama berbeda tapi dengan gambar yang sama," ujar Stefanko dilansir melalui Softpedia. Bahkan, menurut dia, ada kode yang mirip di aplikasi palsu tersebut. Kode tersebutlah yang memungkinkan penyamaran.
Untuk menipu korbannya, pengguna menggunakan informasi login dan data kartu kredit korbannya. Selanjutnya, aplikasi palsu ini menggunakan formulir yang dirancang untuk meminta si target mengisikan data pribadi mereka kemudian mengirimkannya ke server penyerang.
Jika sudah telanjur memasangnya, Stefanko menyarankan segera mengganti kata sandi Anda. Kemudian mengecek ke bank apakah ada aktivitas mencurigakan. "Tentunya Anda juga harus menghapus aplikasi tersebut," ujarnya.
Namun kini keenam aplikasi tersebut sudah dihapus oleh playstore.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123