2. Oposisi Jupiter
Jupiter akan berada pada jarak sekitar 150 juta kilometer dari Bumi pada 10 Juni 2019. Dilansir dari In-The-Sky.org, oposisi Jupiter di Indonesia akan terlihat mulai pada pukul 18:15 waktu setempat hingga 05:30 waktu setempat. Namun waktu terbaik untuk mengamatinya pada pukul 23:50 saat Jupiter berada pada 73 derajat di atas cakrawala selatan.
Nantinya, Jupiter dapat dilihat dengan mata telanjang dari pandangan Bumi sebagai bintang kuning terang yang tidak berkedip-kedip. Sementara jika pengamat menggunakan teleskop, mereka akan melihat badai merah besar di atmosfer Jupiter beserta empat bulan terbesar Jupiter.
Lihat Berikutnya
3. Hujan meteor Perseid
Perseid diklaim sebagai hujan meteor terbaik setiap tahunnya. Dikutip dari In-The-Sky.org, hujan meteor Perseid akan mencapai tingkat aktivitas maksimum pada 13 Agustus 2019. Meteor ini akan muncul sebanyak 50 hingga 100 meteor per jam dari ketinggian sekitar 70 hingga 100 kilometer.
Di Indonesia sendiri, hujan meteor Perseid akan muncul 3 derajat di bawah cakrawala timur laut pada tengah malam. Hujan meteor itu akan muncul dari arah rasi bintang Perseus. Untuk mengamatinya, lokasi pengamatan harus berada dalam cuaca cerah dan bebas dari polusi cahaya.
Selanjutnya
Baca Juga: Fenomena Langit Gemparkan Kalsel
Pada tahun 2019, Gerhana Matahari Cincin akan bertepatan dengan peringatan 15 tahun peristiwa tsunami Aceh, yaitu pada 26 Desember 2019. Dikutip dari Time and Date, wilayah yang akan dilalui Gerhana Matahari Cincin di Indonesia adalah Kalimantan timur, Kalimantan barat, dan Sumatera. Selain wilayah tersebut, pengamat di Indonesia hanya dapat melihat Gerhana Matahari Parsial.
Namun, wilayah terbaik untuk mengamati Gerhana Matahari Cincin berada di Batam, Kepulauan Riau. Gerhana Matahari Cincin memiliki total durasi selama 3 jam 51 menit dan mulai dapat diamati pada pukul 10:27 waktu setempat.
Cek Berikutnya
5. Mengamati Galaksi Bimasakti
Bidang tata surya berada pada sudut sekitar 63 derajat ke bidang galaksi, hal ini berarti benda-benda di tata surya berputar pada sudut yang hampir tegak lurus dibandingkan dengan sudut rotasi semua benda di Bimasakti secara keseluruhan. Secara praktis, Bimasaksi juga akan muncul pada sudut yang berbeda di langit malam tergantung pada bulan di sepanjang tahun.
Karena Bumi berevolusi mengelilingi Matahari dan letak bentangan Bimasakti berpindah-pindah, Bimasakti akan kembali terlihat pada Maret 2019. Namun, waktu terbaik untuk mengamati pusat galaksi Bimasakti sendiri baru bisa dimulai pada pertengahan Mei sampai akhir Agustus setiap tahunnya, di mana waktu tersebut dikenal dengan istilah Musim Bimasakti. [Earthsky/in-the-sky/Time and Date]
Tag
Berita Terkait
-
Sayang, Super Blood Moon 2019 Tidak Mampir ke Indonesia
-
Masuk Bulan Desember, Ini 5 Peristiwa Langit yang Akan Terjadi
-
Yuk! Berakhir Pekan dengan Nikmati Hujan Meteor Leonid 2018
-
Mulai November, Bimasakti Tidak Akan Terlihat di Langit Malam
-
Memasuki November, Ini 5 Peristiwa Langit yang Akan Terjadi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123