Suara.com - Sekitar 200 juta tahun lalu di Warwickshire, Inggris, reptil seperti lumba-lumba mati dan tenggelam ke dasar laut. Tampaknya, pemakaman makhluk itu memelihara tengkoraknya dengan detail yang menakjubkan sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi secara digital.
Fosil itu, yang diungkapkan dalam jurnal PeerJ, memberikan wawasan unik tentang kehidupan ichthyosaurus.
Makhluk ganas akan memakan ikan, cumi-cumi dan kemungkinan lain dari jenisnya.
Tulang-tulangnya ditemukan di ladang petani lebih dari 60 tahun yang lalu, tetapi signifikansinya baru saja terungkap.
Hebatnya, tengkorak itu terawetkan secara tiga dimensi dan mengandung tulang yang jarang terekspos.
"Diperlukan lebih dari setengah abad bagi ichthyosauria ini untuk dipelajari dan dijelaskan," kata palaeontolog Dean Lomax dari University of Manchester.
Berkat data yang dikumpulkan dari CT scan, peneliti Nigel Larkin dan Laura Porro mampu merekonstruksi seluruh tengkorak secara digital dalam 3D.
"Pemindaian CT memungkinkan kita untuk melihat ke dalam fosil. Dalam hal ini, kita bisa melihat kanal panjang di dalam tulang tengkorak yang awalnya berisi pembuluh darah dan saraf," kata Dr Porro.
Ichthyosaurus awalnya diidentifikasi sebagai spesies umum, tetapi setelah mempelajarinya secara lebih rinci, para ilmuwan mengidentifikasinya sebagai Ichthyosaurus langka yang disebut Protoichthyosaurus prostaxalis.
Baca Juga: Unik dan Aneh, Ini Lima Penemuan Spesies Baru Terheboh 2018
Ada penelitian sebelumnya tentang tengkorak reptil laut besar yang telah direkonstruksi tetapi tidak lengkap.
"Kami juga dapat mengedit secara digital tengkorak asli, yaitu memindahkan tulang dan memanipulasi mereka sehingga mereka berada dalam posisi hidup," kata Dean Lomax. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS