Suara.com - Redmi Note 7 kembali diuji ketangguhannya. Setelah beberapa waktu lalu dijadikan palu, kini smartphone tersebut dijadikan sepatu roda oleh CEO baru Redmi.
Kali ini Lu Weibing melakukan dua kali pengujian terhadap Redmi Note 7. Video pertama memperlihatkan, smartphone tersebut ditempatkan di dalam tempat sampah kemudian ditutup dengan lakban.
Setelahnya, tempat sampah tersebut ditendang hingga jatuh dari tangga dan membentur 18 anak tangga dalam 4 detik dengan total ketinggian 2,7 meter.
Tes tersebut dinilai tidak terlalu meyakinkan bagi sebagian orang karena smartphone akan selamat di bawah perlindungan tempat sampah. Namun, kini CEO Redmi itu lebih berani menguji ketangguhan smartphone tersebut dengan menjadikannya sepatu roda.
Lu Weibing mengikat dua unit smartphone Redmi Note 7 masing-masing kepada sepasang rol dengan layar menghadap langsung ke permukaan rol. Hal tersebut akan membuat bodi smartphone menjadi alas kaki Lu Weibing. Sepatunya diikatkan dengan perangkat tersebut menggunakan lakban.
Video tersebut menunjukkan Redmi Note 7 memiliki build quality tangguh meski dengan harga yang terjangkau. Sebagian orang menganggap perusahaan mengurangi kualitas material smartphone untuk menekan harga.
Kini dengan adanya beberapa video uji ketangguhan Redmi Note 7, perusahaan asal China tersebut telah membungkam stigma buruk yang beredar sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan