Suara.com - Motif Mendasar Serangan Siber Adalah Uang.
Serangan siber masih menjadi momok di Indonesia lantaran serangan tersebut menjalar melalui perangkat elektronik. Adapun motif yang dilakukan oleh para hacker dalam hal tersebut, salah satunya uang.
"(Motif) paling utama adalah uang, yang kedua berhubungan tentang politik, yang ketiga tentang personal, dan yang terakhir adalah senang-senang," kata Praktisi Keamanan Siber Yohanes Syailendra di D'consulate Lounge and Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).
Yohanes menjelaskan, uang menjadi hal utama yang mendasari serangan-serangan tersebut. Hal itu lantaran para hacker mencuri data lalu dijual kembali kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
"Tapi lebih banyak lagi mengenai tentang uang atau pencurian informasi, informasi lebih banyak mau itu tentang politik, atau uang juga itu masuk kesana," kata jelasnya.
Namun, penyerangan siber bukan berarti tak dapat cegah. Salah satu cara guna mengnantisipasi hal tersebut dengan cara mengupdate perangkat barang elektronik.
Sebab, para hacker selalu menyerang jika mendapatkan sedikit celah. Sementara, dengan meng-update perangkat elektronik dapat menurunkan presentase celah tersebut.
"Dengan update ini celah keamanannya menurun, dan serangan siber dapat dihindari karena motif yang paling banyak dilakukan karena uang dan sangat merugikan pengguna," tandas Yohanes.
Baca Juga: Liburan ke Turki, Ayu Ting Ting Disambut Orang Spesial
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus