Suara.com - Ketika China sedang menggebu-gebu menjelajahi Bulan dengan proyek Chang'e 4-nya, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) justru tidak ingin terburu-buru menerbangkan astronotnya ke satelit alami Bumi itu.
Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan bahwa mereka baru akan mengirimkan astronotnya ke Bulan dalam waktu 10 tahun mendatang. Menurutnya, perlu persiapan yang matang untuk membuat sejarah baru.
Ia tidak ingin misi pendaratan ke Bulan hanya membawa hasil yang sama dengan misi-misi Apollo NASA sebelumnya. Oleh karena itu, ia meminta kepada para pelaku industri untuk turut serta membantu merancang dan mengembangkan lunar lander yang akan digunakan astronot untuk mendarat di Bulan.
"Untuk beberapa orang, mengatakan kita akan kembali ke Bulan menyiratkan kita akan melakukan hal yang sama seperti 50 tahun yang lalu. Saya ingin tekankan bahwa itu bukan visi kami," ujar Bridenstine seperti dilansir dari The Independent, Senin (11/2/2019).
Ia menegaskan bahwa ambisi NASA pada saat ini adalah untuk mengungkap lebih jauh misteri yang menyelimuti Bulan.
"Kami akan pergi ke Bulan dengan teknologi dan sistem baru yang inovatif untuk menjelajahi lebih banyak lokasi di permukaan Bulan dari yang kita perkirakan," sambungnya.
Sebagai bentuk keseriusan NASA terhadap misi ambisiusnya, Bridenstine menginformasikan bahwa awal pekan ini pihaknya akan mengumpulkan sembilan perusahaan swasta yang ingin bekerja sama dengan NASA untuk mempersiapkan rencana tersebut, termasuk soal pengiriman kargo ke Bulan.
Bridenstine optimis, misi ini akan menjadi batu loncatan bagi NASA untuk mengirimkan astronotnya tidak hanya untuk Bulan, namun juga ke Planet Mars.
"Miliaran orang di seluruh dunia akan melihat sejarah dibuat ketika astronot menjelajahi lebih banyak permukaan untuk waktu yang lebih lama dibanding sebelumnya, dan membantu kita untuk mempersiapkan misi ke Mars dan destinasi lainnya," tandasnya.
Baca Juga: Setelah Melintasi Mars, Dua Satelit NASA Hilang Misterius
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
5 Tablet RAM Besar yang Bikin Kerja dan Belajar Jadi Lebih Sat-set, Bonus Stylus Pen Bawaan
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 April 2026: Klaim 20.000 Gems dan Hoeness 117
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 19 April 2026: Raih Skyboard, M1014 Laut Ganas dan Blazing
-
7 HP Baterai Jumbo dengan Chip Kencang Terbaru: Harga Terjangkau, Cocok Buat Gaming
-
3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah
-
Xiaomi Rilis Tablet Gaming 21 April, Fitur Layar Redmi K Pad 2 Terungkap
-
5 HP Murah Terbaik 2026, Spek Dewa Setara Flagship Harga Dibawah Rp2 Jutaan
-
Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya
-
4 Laptop Lenovo IdeaPad Terbaik 2026, Spek Tangguh Untuk Pelajar hingga Profesional
-
Honor 600 Debut 23 April: Desain Mirip iPhone, Usung Bezel Tipis dan Baterai 7.000 mAh