Suara.com - Setiap bulan akan selalu ada peristiwa langit yang terjadi, entah itu dapat terlihat dengan jelas atau tidak. Bulan Februari 2019 dihiasi fenomena konjungsi Saturnus dengan Bulan, konjungsi Mars dengan Bulan, Supermoon, titik tertinggi Merkurius, hingga konjungsi Jupiter dengan Bulan.
Bulan Maret 2019 pun tidak kalah dengan peristiwa langit menarik lainnya, berikut ini lima peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan Maret:
1. Musim Bimasakti
Musim Bimasakti dimulai pada bulan Maret hingga Oktober dengan waktu pengamatan terbaik adalah mulai dari akhir April hingga akhir bulan Juli.
Musim melihat Bimasakti terjadi karena bidang tata surya berada pada sudut sekitar 63 derajat ke bidang galaksi. Hal ini berarti benda-benda di tata surya berputar pada sudut yang hampir tegak lurus dibandingkan dengan sudut rotasi semua benda di Bimasakti secara keseluruhan.
Secara praktis, Bimasakti juga akan muncul pada sudut yang berbeda di langit malam tergantung pada bulan di sepanjang tahun. Karena Bumi berevolusi mengelilingi Matahari dan letak bentangan Bimasakti berpindah-pindah, pada bulan Maret pengamat sudah bisa mulai mengamati bentangan Bimasakti.
Bimasakti akan berada di arah rasi bintang Sagitarius dan Skorpius. Kedua bintang tersebut akan terbit mulai tengah malam di bulan Maret 2019 ini.
Untuk melihat bentangan Bimasakti, pengamat cukup menghindari polusi cahaya dan lokasi tempat pengamatan harus memiliki cuaca yang cerah.
Selanjutnya
Baca Juga: Waspadai Scam Instagram Curi Data Pribadi dan Pemerasan!
2. Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Posisi Saturnus akan tampak berada di dekat Bulan dengan jarak sekitar 3 derajat. Di langit Indonesia sendiri, peristiwa konjungsi ini akan terlihat di langit timur saat fajar, sebelum Matahari terbit.
Menurut In-The-Sky.org, keduanya akan mencapai ketinggian 46 derajat di atas cakrawala timur sebelum menghilang dari pandangan saat fajar terbit. Keduanya dapat dilihat di arah rasi bintang Sagitarius.
3. Konjungsi Bulan dengan Venus
Konjungsi Bulan dengan Venus, terjadi persis setelah konjungsi Bulan dengan Saturnus. Nantinya Bulan dan Venus akan terletak sejauh 4 derajat satu sama lain.
Bulan dan Venus akan terbit secara bersama-sama sekitar pukul 03:30 waktu setempat dan pengamat bisa terus mengamatinya hingga menjelang Matahari terbit. Konjungsi ini akan terjadi di langit timur, di mana Venus akan berada di sisi utara Bulan dan keduanya akan berada di depan rasi bintang Kaprikornus.
Baca Berikutnya
4. Ekuinoks Maret
Ekuinoks terjadi dua kali dalam setahun, di mana pada tahun 2019 ini akan terjadi sekitar pada 21 Maret ketika sumbu Bumi tidak teinklinasi terhadap Matahari dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi.
Ekuinoks terjadi karena poros putaran Bumi miring pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Menurut time and date, ekuinoks bulan Maret menandai hari pertama musim semi di Bumi belahan utara dan hari pertama musim gugur di Bumi belahan selatan. Pada hari ekuinoks terjadi, periode waktu siang dan malam di Bumi akan hampir sama persis 12 jam.
5. Konjungsi Mars dengan Pleiades
Pada Maret 2019, pengamat tak hanya diberi kesempatan untuk melihat konjungsi Bulan dengan planet, namun juga planet dengan gugus bintang. Menurut Astronomy.com, konjungsi Mars dan Pleiades akan terjadi pada 30 Maret mendatang.
Pleiades sendiri merupakan gugus bintang terdekat dan paling terang yang bisa diamati dari Bumi. Nantinya, Mars dan Pleiades akan berada sejauh 2 derajat dan dapat diamati setelah Matahari terbenam.
Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai pukul 19:00 waktu setempat. Keduanya akan berada di langit barat dan bisa diamati hingga sekitar pukul 20:30 waktu setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah