Suara.com - HMD Global baru saja merilis Nokia 3.1 Plus di pasar Indonesia dengan harga jual Rp 2,4 juta. Sepintas, tidak ada yang aneh dengan harganya, mengingat ponsel terbaru itu menyasar segmen menengah. Namun di kelas ini, Nokia juga sudah punya produk lainnya, yaitu Nokia 5.1 Plus.
Dalam laman resmi Nokia Indonesia, Nokia 5.1 Plus dibanderol dengan harga Rp 2,3 juta, turun Rp 300.000 dari harga ketika pertama kali diluncurkan.
Bila dibandingkan dengan harga Nokia 3.1 Plus, margin harga di antara kedua ponsel ini hanya terpaut Rp 100.000. Dengan perbedaan harga yang tipis itu, akankah Nokia 3.1 Plus dan Nokia 5.1 Plus saling bunuh untuk merebut hati konsumen di Indonesia?
Miranda Warokka, Head of Marketing Indonesia for HMD Global, meyakini tidak akan ada kanibalisme di antara Nokia 3.1 Plus dan Nokia 5.1 Plus karena kedua ponsel memiliki karakteristik yang berbeda.
"Ini adalah dua produk yang berbeda. Nokia 5.1 Plus kan menawarkan desain yang diharapkan bisa memikat kalangan milenial. Sedangkan Nokia 3.1 Plus lebih menonjolkan fungsi untuk mendukung produktivitas penggunanya," ujar Miranda di kawasan Jakarta Pusat, Selasa malam (19/3/2019).
Selain itu, Miranda juga menyebut bahwa sebenarnya konsumen di Indonesia memiliki keinginan yang berbeda-beda saat memilih sebuah ponsel.
"Kalau bicara selera, setiap orang kan berbeda-beda. Jadi untuk konsumen yang ingin tampil gaya, mereka akan memilih Nokia 5.1 Plus. Sementara bagi mereka yang sibuk dan memerlukan device yang bisa mendukung kerja mereka, maka Nokia 3.1 Plus yang jadi pilihan karena sudah dilengkapi NFC dan baterai yang bisa tahan hingga 2 hari. Jadi, kami tidak khawatir," tegasnya.
Berita Terkait
-
Terpopuler: 5 Tablet Rp1 Jutaan Terbaik, Daftar Harga HP Nokia Jadul di Tahun 2026
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
HMD Pulse 2 Pro Bocor ke Publik, Desain Ala iPhone dan Kamera 50MP Jadi Sorotan
-
HP Murah HMD Vibe 2 Siap Debut: Desain Mirip iPhone, Harga Diprediksi Sejutaan
-
Indosat dan Nokia Hadirkan Program Literasi AI GenSi, Percepat Transformasi Digital Generasi Muda
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim