Suara.com - Sekelompok astronom telah berhasil mengidentifikasi usia sebuah gugus bintang di galaksi Bimasakti. Gugus tersebut disebut sebagai HP 1 dengan usia yang diketahui sekitar 12,8 miliar tahun dan membuatnya menjadi salah satu gugus tertua yang pernah ditemukan di tata surya.
HP 1 terletak di area tonjolan galaksi Bimasakti. Meskipun telah ditemukan sebelumnya pada puluhan tahun yang lalu, namun saat itu para astronom tidak dapat memastikan usianya karena keterbatasan teknologi. Tetapi kini dengan bantuan teleskop Gemini Selatan di Cile, para astronom bisa menggali lebih dalam informasi dari HP 1 itu sendiri.
"Gugus bintang ini seperti fosil purba yang terkubur dalam-dalam di area tonjolan galaksi kita, dan sekarang kita sudah dapat mengetahui sejarahnya dengan jelas," ucap astronom Stefano Souza dari Universidade de São Paulo, Brasil, seperti yang dikutip dari Science Alert.
Berkat pengamatan dari teleskop Gemini Selatan dan data berupa arsip gambar dari teleskop antariksa Hubble, para astronom mampu mengidentifikasi bintang-bintang paling redup dalam gugus bintang HP 1. Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa HP 1 berjarak sekitar 21.500 tahun cahaya dari Bumi.
Pengukuran jarak ini juga memungkinkan para astronom untuk memastikan magnitudo dari bintang-bintang di sana secara pasti. Cara tersebut akan memudahkan para astronom untuk mengetahui kandungan elemen yang dimiliki gugus bintang HP 1.
Elemen yang berbeda akan muncul sebagai garis yang berbeda dalam pengamatan spektroskopi. Ketika elemen yang dikandung bintang-bintang di HP 1 diketahui, maka usia bintang-bintang tersebut akan mudah dihitung.
"HP 1 memainkan peran penting dalam pemahaman kita mengenai bagaimana Bimasakti terbentuk," ucap astronom Leandro Kerber, salah satu astronom dalam penelitian ini dari Universidade de São Paulo dan Universidade Estadual de Santa Cruz.
Galaksi Bimasakti diperkirakan pada awalnya merupakan kumpulan dari gugusan bintang seperti HP 1. Kemudian gugusan bintang menjadi semakin banyak untuk membentuk sebuah galaksi. Seperti yang telah dikatakan astronom Leandro Kerber, dengan mempelajari gugus bintang tua seperti HP 1 sama saja seperti sedang mempelajari sejarah Bimasakti.
Baca Juga: Unik, Baidu Bikin Peta Toilet Umum Digital
Berita Terkait
-
Studi Baru Ungkap Merkurius Planet Terdekat dari Bumi
-
Banyak Banget, Astronom Temukan 83 Lubang hitam di Tepi Alam Semesta
-
Ada 50 Miliar Planet Tanpa Bintang di Galaksi Bimasakti
-
Ilmuwan Terkejut Andromeda Punya Bintang yang Meledak Setahun Sekali
-
Benarkah Astronom Temukan Bulan Baru di Planet Neputunus?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan