Suara.com - Setelah Google mengumumkan akan melakukan perubahan besar-besaran terhadap cara layanan emailnya, raksasa mesin pencari itu mengatakan, hampir semua integrasi IFTTT Gmail akan dihapuskan pada minggu ini.
IFTTT yang merupakan singkatan dari "If This Then That" adalah layanan populer yang digunakan untuk menyatukan berbagai aplikasi dan produk rumah pintar ke dalam ekosistem tunggal menggunakan "pemicu" atau triggers dan "tindakan" atau actions. Sebagai contoh, integrasi IFTTT Gmail dapat memungkinkan pengguna untuk membuat lampu pintar Phillips Hue memancarkan warna tertentu (tindakan) ketika pengguna menerima email dengan label tertentu (pemicu).
Fungsionalitas IFTTT Gmail sebelumnya bekerja dengan mengandalkan API layanan email. Namun, setelah kasus tahun lalu di mana IFTTT memberikan izin perusahaan pihak ketiga yanpa pandang bulu untuk mengakses email, Google mengumumkan bahwa mereka memperketat kebijakan Gmail tentang layanan pihak ketiga dan meninjau semua aplikasi pihak ketiga untuk memastikan mereka mematuhi peraturan baru.
Dilansir dari The Verge, Google mengatakan bahwa layanan yang sudah ada akan dicabut aksesnya setelah 31 Maret 2019. Dalam sebuah postingan blog yang mengumumkan perubahan tersebut, IFTTT mengatakan bahwa mereka telah mencoba untuk menemukan cara dalam mematuhi kebijakan baru, tetapi itu tidak akan bisa dilakukan tanpa perubahan infrastruktur. Google melakukan perubahan ini sebagai upaya untuk meningkatkan privasi dan keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan