- Sudut pusat terletak di tengah lingkaran dengan kaki berupa jari-jari, sedangkan sudut keliling berada di tepi dengan kaki berupa tali busur.
- Besar sudut pusat bernilai dua kali lipat dari sudut keliling apabila keduanya menghadap busur lingkaran yang sama.
- Contoh perhitungan menunjukkan bahwa nilai x dapat dicari menggunakan persamaan aljabar berdasarkan hubungan besar kedua sudut tersebut.
Suara.com - Bangun datar lingkaran merupakan salah satu objek geometri dua dimensi yang sangat unik karena tersusun dari kurva melengkung tertutup tanpa memiliki titik sudut.
Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk lingkaran ini dapat kita temui pada piring makan, koin logam, hingga roda kendaraan.
Di dalam ilmu matematika, lingkaran memiliki berbagai unsur pembentuk, seperti titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, juring, tembereng, hingga sudut pusat dan sudut keliling.
Di antara unsur-unsur tersebut, sudut pusat dan sudut keliling sering kali membuat para siswa terkecoh karena posisinya yang sama-sama berada di dalam bidang lingkaran.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan mendasar antara kedua jenis sudut ini dan bagaimana rumus hubungannya?
Memahami Pengertian dan Perbedaan Mendasar
Untuk membedakan kedua sudut ini, kita bisa melihat dua petunjuk utama, yaitu lokasi titik sudutnya dan jenis garis yang membentuk sudut tersebut.
Sudut pusat didefinisikan sebagai daerah sudut yang dibatasi oleh dua buah jari-jari lingkaran, di mana titik sudutnya terletak tepat di titik pusat lingkaran.
Sebagai gambaran, jika titik O adalah pusat lingkaran dan ada garis jari-jari OA serta OB, maka daerah sudut yang terbentuk di titik O dinamakan sudut pusat AOB.
Sementara itu, sudut keliling adalah daerah sudut yang dibatasi oleh dua buah tali busur yang saling berpotongan pada satu titik di garis lengkung lingkaran. Pada sudut keliling, titik sudutnya tidak berada di tengah, melainkan menempel langsung pada garis keliling luar lingkaran.
Contohnya adalah sudut ADB atau ACB, di mana titik D dan C berada tepat di tepi lingkaran dan diapit oleh perpotongan dua garis tali busur.
Jadi, perbedaan paling gamblang terletak pada penempatannya: sudut pusat bertitik di tengah dengan kaki berupa jari-jari, sedangkan sudut keliling bertitik di tepi lingkaran dengan kaki berupa tali busur.
Hubungan Istimewa dan Sifat-Sifat Penting
Meskipun memiliki letak dan pembentuk yang berbeda, kedua sudut ini memiliki hubungan matematis yang sangat erat apabila menghadap busur lingkaran yang sama.
Aturan utamanya menyatakan bahwa besar sudut pusat sama dengan dua kali besar sudut keliling. Dengan kata lain, besar sudut keliling adalah setengah dari besar sudut pusat jika keduanya sama-sama menghadap busur yang identik.
Selain hubungan perkalian dua tersebut, sudut keliling juga menyimpan beberapa sifat khusus yang sangat berguna saat menyelesaikan soal-soal geometri:
- Pertama, sudut keliling yang menghadap diameter lingkaran selalu bernilai 90 derajat atau membentuk sudut siku-siku.
- Kedua, semua sudut keliling yang menghadap ke busur yang sama dipastikan memiliki besar derajat yang sama persis.
- Ketiga, apabila terbentuk bangun segi empat tali busur di dalam lingkaran, maka jumlah dari dua sudut keliling yang saling berhadapan adalah 180 derajat.
Contoh Soal Perhitungan dan Pembahasannya
Agar pemahaman mengenai konsep perbandingan ini semakin mantap, mari kita bedah contoh soal praktis berikut.
Diketahui sebuah lingkaran memiliki sudut keliling ABC sebesar 60 derajat dan sudut pusat AOC sebesar (4x - 12) derajat.
Jika kedua sudut ini menghadap busur AC yang sama, berapakah nilai x pada persamaan tersebut?
Langkah pengerjaannya dilakukan dengan memanfaatkan rumus hubungan sudut pusat dan sudut keliling:
- Pertama, hitung besar sudut pusat AOC dengan mengalikan sudut keliling ABC dengan angka dua, yaitu 2 x 60 derajat = 120 derajat.
- Kedua, masukkan nilai tersebut ke dalam persamaan aljabar: (4x - 12) derajat = 120 derajat.
- Ketiga, pindahkan angka 12 ke ruas kanan sehingga menjadi 4x = 120 + 12, yang menghasilkan 4x = 132.
- Keempat, bagilah angka 132 dengan 4 untuk mendapatkan nilai x, yaitu x = 33 derajat.
Melalui pemahaman posisi titik sudut serta sifat perbandingannya, membedakan dan menghitung sudut pusat maupun sudut keliling kini menjadi langkah yang sangat mudah.