Tekno / Internet
Kamis, 04 April 2019 | 22:48 WIB
Managing Director AWS Asia Pacific, Ed Lenta (kiri) berbicara tentang rencana pembangunan region baru di Indonesia di Jakarta, Kamis (4/4/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

Suara.com - Amazon Web Services (AWS), perusahaan penyedia layanan komputasi awan milik Amazon, berencana membangun region baru di Indonesia untuk memenuhi permintaan dari startup, perusahaan swasta, maupun pemerintah yang diperkirakan meningkat dalam waktu dekat.

Managing Director AWS Asia Pacific Ed Lenta, di Jakarta, Kamis (4/4/2019), mengatakan pemanfaatan layanan komputasi awan atau cloud di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat, seiring dengan meroketnya jumlah startup di Nusantara.

"Membuka AWS Region di Indonesia akan mendukung ekosistem startup yang tumbuh pesat, perusahaan besar dan badan pemerintah dengan membantu menciptakan lebih banyak pekerjaan dan perusahaan di sektor teknologi,” kata Lenta di Jakarta pada Kamis (4/4/2019).

Hingga 2018 kemarin, menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), Indonesia tercatat telah memiliki 992 startup.

AWS berencana membangun region baru yang memiliki tiga availability zone di Jakarta pada akhir tahun 2021 mendatang. Meski baru sebatas rencana, AWS optimistis tiga availability zone mampu menekan biaya startup dan menurunkan tingkat latensi, sehingga mampu mendorong ekonomi nasional dari sektor industri digital.

"Indonesia akan menjadi region AWS kesembilan di Asia Pasifik. Dengan kehadiran region ini, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pelanggan, mulai dari low latency dan akses lebih cepat," lanjutnya.

Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Vice President of Global Infrastructure and Customer Support AWS, Peter DeSantis mengatakan bahwa teknologi cloud akan mempercepat transformasi perusahaan dan startup, sehingga bisa bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

"Dengan satu region baru AWS yang hadir di Asia Pasifik ini, kami berharap dapat membantu mempercepat transformasi tersebut,” ujar DeSantis.

Tak hanya membangun region, keseriusan AWS untuk memajukan ekosistem digital di Indonesia juga dibuktikan dengan mendirikan kantor resminya di Jakarta.

"Kami telah membuka kantor di Indonesia dan merekrut tenaga lokal. Kami serius untuk melakukan investasi ini termasuk menghasilkan ahli teknologi seperti technical evangelist dan solution architech," tutur Lenta.

Sayangnya, Lenta enggan menyebutkan nilai investasi AWS di Indonesia. Hanya saja, saat CTO sekaligus VP Amazon Werner Vogels menemui Presiden Joko Widodo pada September tahun lalu, Amazon menjanjikan investasi senilai USD 1 miliar (lebih dari Rp 14 triliun) selama 10 tahun ke depan.

Load More