Suara.com - Dua kosmokimiawan di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat telah melakukan pengukuran pertama kali terhadap air yang terkandung dalam sampel dari permukaan Asteroid Itokawa. Asteroid itu sendiri dikumpulkan oleh wahana antariksa Hayabusa milik Jepang.
"Kami menemukan sampel yang kami periksa diperkaya materi air. Ini suatu keistimewaan karena badan antariksa Jepang, JAXA bersedia berbagi lima partikel dari Itokawa dengan ilmuwan Amerika Serikat," ucap Ziliang Jin, seorang sarjana postdoktoral dari divisi pendidikan Earth and Space Exploration ASU, seperti dikutip dari Phys.org.
Hasil penemuan ini juga ditulis Ziliang Jin bersama rekannya, Maitrayee Bose dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Science Advances beberapa kari lalu (1/5/2019).
Penelitian untuk menemukan air ini adalah gagasan dari para pakar. Sebelumnya, tidak ada yang mengira bahwa sampel air bisa ditemukan dalam sebuah asteroid. Sehingga tak pelak penemuan tadi menjadi bagian kejutan dari projek Hayabusa.
Dua dari lima partikel Itokawa, tim mengidentifikasi adanya mineral piroksen. Dalam sampel terestrial, pikorsen mengandung air dalam struktur kristalnya. Untuk mempelajari sampel itu, tim menggunakan teknologi pengukuran Nanoscale Secondary Ion Mass Spectrometer (NanoSIMS) milik ASU yang mmapu mengukur butiran mineral berukuran kecil dengan sensitivitas tinggi.
Pengukuran NanoSIMS mengungkapkan kandungan air dalam sampel yang dibawa Hayabusa. Bahkan para ilmuwan berpendapat bahwa asteroid kering seperti Itokawa tampaknya bisa mengandung lebih banyak air daripada perkiraan para ilmuwan.
Itokawa sendiri adalah asteroid berbentuk kacang dengan panjang sekitar 548 m, lebar 213 - 304 m. Asteroid ini mengelilingi Matahari setiap 18 bulan dengan jarak rata-rata 1,3 kali jarak Bumi-Matahari.
Misi pengumpulan sampel asteroid lainnya dari Jepang saat ini dinamakan Hayabusa 2 dan tengah berada di asteroid Ryugu. Wahana antariksa Hayabusa 2 baru akan mendarat kembali ke Bumi pada Desember 2020.
Dengan adanya penemuan sampel air di asteroid mengungkapkan pengetahuan baru mengenai awal sejarah tata surya. Diharapkan, asteroid Ryugu yang akan dibawa Hayabusa 2 juga akan memberikan pengetahuan menarik bagi para ilmuwan.
Baca Juga: Pesawat Boeing 737 Tergelincir ke Sungai, Angkut 136 Penumpang
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia
-
HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam
-
2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn
-
'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme
-
Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap
-
TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat
-
Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring
-
AI Agents Kini Bisa Kelola Keuangan hingga HR Perusahaan Tanpa Campur Tangan Manual
-
Fitur Baru iOS 26.5 yang Resmi Meluncur, Begini Cara Menginstalnya dengan Mudah!
-
Tecno Spark 50 Resmi Rilis di Indonesia, HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 7000mAh