Respons yang paling menonjol adalah terhadap pernyataan, "Populasi manusia mungkin dapat dibagi menjadi ras-ras biologis”, dengan 86% responden menjawab sangat tidak setuju atau tidak setuju.
Untuk pernyataan ini, “Kategori ras ditentukan oleh biologi”, 88% menjawab sangat tidak setuju atau tidak setuju. Dan, “Sebagian besar antropolog percaya bahwa manusia mungkin dapat dibagi lagi menjadi ras-ras biologis”, 85% responden sangat tidak setuju atau tidak setuju.
Hal yang dapat kita ambil dari temuan ini adalah adanya konsensus yang jelas di antara para antropolog bahwa ras tidak nyata, bahwa mereka tidak mencerminkan kebenaran biologis, dan bahwa sebagian besar antropolog tidak percaya kategori ras memiliki tempat dalam sains.
Akan tetapi, terkubur dalam hasil survei itu adalah beberapa temuan yang meresahkan seperti fakta bahwa antropolog berasal dari kelompok yang mendapatkan perlakuan khusus-dalam konteks AS laki-laki dan perempuan ‘kulit putih’-cenderung lebih menerima ras sebagai valid daripada kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan istimewa.
Para ilmuwan yang diperlakukan istimewa ini mewakili 75% dari antropolog yang disurvei. Kekuatan dan pengaruh mereka menjangkau jauh hingga menyeberangi bidangnya. Mereka adalah orang-orang penting yang menentukan penelitian apa yang dilakukan, siapa yang mendapatkan dana, serta mereka melatih generasi antropolog berikutnya, dan merupakan wajah publik dari bidang ini serta para ahli yang pendapatnya dicari pada isu-isu terkait ras.
Pesan yang dibawa pulang jelas. Seperti orang lain, para antropolog jauh dari kebal terhadap bias yang tidak disadari, terutama efek status sosial dan budaya dalam membentuk kepercayaan kita pada isu-isu seperti ras.
Ironisnya mungkin, kita sebagai antropolog, sebagai suatu disiplin, perlu untuk bekerja lebih keras dalam menantang pandangan kita sendiri yang dipegang kuat dan tertanam secara budaya, serta memberikan suara yang lebih besar kepada para ilmuwan dari kelompok yang secara historis tidak berasal dari kelompok yang diistimewakan.
Meski begitu, survei tersebut membuat pernyataan yang sangat kuat. Ini adalah penolakan besar terhadap ras oleh para ilmuwan yang disiplinnya menemukan sistem klasifikasi ras itu sendiri.
Hal ini juga menandai penerimaan yang hampir universal oleh para antropolog tentang bukti genetik selama beberapa dekade yang menunjukkan bahwa variasi manusia tidak dapat dikelompokkan menjadi kategori yang disebut ras.
Melangkah keluar dari “menara gading” saya, saya masih belum bisa melihat kelas politik atau komunitas mengadopsi pandangan kuat yang menentang ras dalam waktu dekat.
Artikel ini sebelumnya sudah ditayangkan oleh The Conversation.
Berita Terkait
-
Bola Emas Misterius di Dasar Laut Alaska, Bikin Bingung Para Ilmuwan
-
Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
-
Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi
-
Ribuan Ilmuwan Geruduk Kantor Presiden, Tegaskan Kalau Perubahan Iklim Masalah Nyata!
-
Ilmuwan Buat Chip 6G Pertama di Dunia, Potensi Kecepatan Internet Tembus 100 Gbps
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
5 HP Layar Besar dan Baterai Tahan Lama untuk Orang Tua, Nyaman Dipakai Harian
-
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai Jumbo 8.000 mAh, Desain Mirip Versi Ultra
-
7 HP dengan Kamera 108 MP, RAM 8 GB, Harga Murah Cuma Rp2 Jutaan
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 13 Januari: Ada Bundle Jujutsu, Yuji Itadori, dan Evo Gun
-
Daftar Harga MacBook, Mac Mini dan iMac Januari 2026: Cek Spesifikasi dan Kisaran Harganya
-
Lenovo CIO Playbook 2026: AI Tak Lagi Eksperimen, 96% Perusahaan ASEAN+1 Siap Gaspol Investasi
-
Sinyal Kehadiran Persona 6 Muncul, Spekulasi Gameplay Makin Panas
-
Hasil M7 Mobile Legends Swiss Stage 3: ONIC Kalah 2 Kali, Rawan Tereliminasi
-
5 Pilihan HP 5G dengan Kecepatan Internet Super Cepat, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Oppo Reno15 Series Ubah Cara Bercerita Lewat Kamera dengan AI Motion Photo Border Stitching