- Akun trading Wadirut BOBA diakses ilegal, picu penjualan 3,6 juta saham tak sah.
- Manajemen tegaskan volatilitas bukan karena info material, melainkan murni kejahatan siber.
- Portofolio saham telah kembali normal per 5 Januari dan tidak ada kerugian pada nasabah.
Suara.com - Emiten produsen bahan baku minuman, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), akhirnya buka suara terkait gejolak transaksi saham perseroan yang sempat mencuri perhatian otoritas bursa pada pengujung tahun 2025.
Dalam keterbukaan informasi terbaru, manajemen menegaskan bahwa volatilitas tersebut dipicu oleh akses ilegal terhadap akun petinggi perusahaan.
Manajemen BOBA mengklarifikasi bahwa tidak ada informasi atau fakta material tersembunyi yang memengaruhi nilai perusahaan. Namun, perseroan mengonfirmasi adanya aktivitas transaksi tak wajar pada 29 Desember 2025 yang melibatkan akun milik Wakil Direktur Utama, Dewi Irianty Wijaya.
"Perseroan menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak dilakukan oleh Ibu Dewi Irianty Wijaya," tulis manajemen dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (12/1/2026).
Berdasarkan hasil investigasi bersama RHB Sekuritas Indonesia, ditemukan bahwa kredensial akun online trading milik Dewi Irianty Wijaya diduga kuat dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab. Peretasan ini mengakibatkan terjualnya 3.613.600 lembar saham BOBA secara tidak sah.
Langkah cepat segera diambil dengan melaporkan insiden ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak sekuritas menyatakan telah melakukan proses pemulihan (recovery) atas insiden keamanan siber tersebut.
Kabar baik bagi investor, manajemen memastikan bahwa posisi portofolio saham Dewi Irianty Wijaya telah dikembalikan ke kondisi semula pada 5 Januari 2026. Dipastikan pula tidak ada kerugian finansial yang diderita oleh pihak nasabah akibat kejadian ini.
Menutup keterangannya, PT Formosa Ingredient Factory Tbk menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi besar dalam tiga bulan ke depan. Pemegang saham utama juga menyatakan belum ada rencana untuk merombak struktur kepemilikan saham dalam waktu dekat.
Baca Juga: Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Menteri Bahlil Mau Swasembada BBM Lewat RDMP Kilang Balikpapan
-
Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
-
Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
-
Gen Z Mulai Tertarik Daftar Haji, Pertumbuhan Tabungan GenHajj Terus Meroket
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai hingga Beras Makin Murah
-
IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini