Suara.com - Pertama kalinya, Apple memberikan informasi ke publik seputar aplikasi yang dihapus di App Store berdasarkan permintaan dari pemerintah di berbagai negara.
Menurut laporan Techcrunch yang dilansir pada Jumat (5/7/2019), China tercatat banyak menghubungi Apple untuk menyingkirkan 517 aplikasi yang dianggap berbahaya dari App Store.
Berdasarkan laporan transparansi tersebut, Apple mengumumkan adanya 80 permintaan dari 11 negara untuk menghapus 634 aplikasi lokal, dan 517 aplikasi di antaranya berdasarkan permintaan dari pemerintah China.
Sementara itu, China mengklaim bahwa aplikasi yang dihapus Apple itu adalah aplikasi-aplikasi yang melanggar ketentuan hukum di negara tersebut, yaitu perjudian dan pornografi.
Meski Apple mengungkap jumlah aplikasi yang mereka hapus, namun perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat, ini tidak mempublikasikan nama-nama aplikasi yang diberantas dari Apps Store. Mereka hanya menyebut bahwa proses 'pembersihan' aplikasi berlangsung sejak 1 Juli-31 Desember 2018.
Selain China, Vietnam dan Austria yang juga mengajukan penghapusan beberapa aplikasi lokal yang melanggar peraturan perjudian. Sedangkan Kuwait meminta Apple menghapus beberapa aplikasi karena bertentangan undang-undang privasi di negara mereka.
Pada laporan yang sama, Apple juga mencantumkan daftar negara yang saat ini mengajukan pengapusan aplikasi, yaitu Arab Saudi, Turki, Lebanon, Belanda, Norwegia, dan Swiss.
Apa yang dilakukan Apple ini adalah wujud dari janji perusahaan untuk menerbitkan angka-angka yang berkaitan dengan transparansi sejak lebih dari setahun lalu.
Untuk kedepannya, laporan transparansi ini akan rutin dipublikasikan Apple. Untuk laporan seperti ini, dijadwalkan akan diumumkan pada pertengahan 2020.
Baca Juga: Apple Bakal Produksi iPhone Khusus China yang Lebih Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak