Suara.com - Mundurnya Jony Ive dari posisi Chief Design Officer Apple cukup mengejutkan dan mungkin menjadi kehilangan yang cukup besar bagi perusahaan. Pasalnya, lewat tangan terampilnya-lah, keluar desain dari produk-produk andalan Apple, mulai dari iMac, iPod, hingga iPhone.
Tak hanya meninggalkan kehilangan, kepergian Ive juga menyisakan pertanyaan soal alasan mundurnya Ive dari Apple. Konon, rumor yang berkembang berkembang di industri teknologi mengatakan bahwa Ive memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan CEO Apple Tim Cook.
Merujuk pada laporan The Wall Street Journal pada Selasa (2/7/2019), lelaki dengan nama lengkap Sir Jonathan Ive itu tidak puas dengan visi perusahaan yang lebih berkonsentrasi pada sistem operasi ketimbang desain. Situasi ini dialami Ive sejak Tim Cook mengambil alih posisi CEO sepeninggal mendiang Steve Jobs.
Ive disebut-sebut kecewa dan merasa putus asa karena Cook kurang meminati pengembangan produk dari sisi desain yang telah menjadi "nyawa" banyak perangkat Apple dalam satu dekade terakhir. Bahkan, Cook jarang terlihat di studio desain Apple yang menjadi tempat pengembangan produk.
Ive juga kian gerah berada di perusahaan ketika dewan petinggi Apple yang sekarang didominasi oleh para direktur dengan latar belakang yang tidak terkait dengan bisnis inti perusahaan, yakni teknologi. Selain itu, ia juga disebut-sebut kecewa dengan cara manajemen perusahaan dalam memosisikan Apple Watch.
Padahal, Ive menempatkan jam tangan pintar Apple itu dijual sebagai produk mewah layaknya aksesoris fashion, bukan sekadar pelengkap iPhone yang dijual dengan harga yang tinggi.
Pada tahun 2015, saat Ive menjabat sebagai Chief Design Officer, Cook meminta dirinya untuk menyelesaikan dua hal. Pertama, membebaskan Ive dari tanggung jawabnya sehari-hari sehingga ia dapat berkonsentrasi untuk menciptakan Apple Park, sekaligus memungkinkan dirinya untuk bekerja dari rumahnya di San Francisco, Hawaii, atau Inggris.
Geliat keresahan Ive sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Bahkan, ketika sesi pertemuan bulanan dengan desainer peranti lunak Apple, Ive mulai jarang muncul. Menurut keterangan seseorang dalam pertemuan itu, ia mengatakan bahwa Ive jarang merespon pertanyaan yang diajukan oleh para desainer Apple, dan beberapa kali meninggalkan pertemuan begitu saja.
Meski sudah menyatakan mundur, namun Ive baru akan berhenti bekerja untuk Apple pada akhir tahun nanti. Selepas meninggalkan Apple, ia bersama rekannya Marc Newson, yang juga merupakan salah satu mantan desainer Apple, berencana membuat perusahaan desain bernama LoveFrom. Apple sendiri sudah sepakat untuk menjadi klien pertamanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 19 Mei 2026: Ada Trik Dapat 100 Diamond Gratis dan Undersea Bundle
-
Terpopuler: 5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Pemilk The Economist yang Kritik Prabowo
-
Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global
-
Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam
-
iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta