Suara.com - Mac Pro terbaru yang bentuknya mirip dengan parutan keju dikabarkan akan dirakit di China. Padahal, Mac Pro generasi terdahulu masih dirakit di tanah kelahirannya, Amerika Serikat.
Menurut laporan The Verge, hal ini terjadi lantaran pelatihan kerja dan ketersediaan alat untuk memproduksi Mac Pro melambat, sedangkan permintaan pasar semakin tinggi.
Di sisi lain, Apple sebenarnya punya perusahaan manufaktur langganan yang bertugas untuk merakit Mac Pro di sebuah pabrik raksasa di kawasan Texas, Amerika Serikat.
Namun tahun ini, rekan kerja Apple tersebut juga menerima pesanan produksi dari perusahaan lainnya. Akibatnya, permintaan pasar lebih besar dari kapasitas produksi.
Oleh karena itu, perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook ini mencari alternatif agar bisa memproduksi Mac Pro di luar AS.
Pilihan pun jatuh pada China dengan beberapa alasan. Selain biaya produksi di Negeri Tirai Bambu tersebut lebih murah, teknologi dan peralatan untuk merakit Mac Pro anyar pun tersedia di negara tersebut.
Meski begitu, Apple disebut-sebut tidak akan sepenuhnya memproduksi Mac Pro baru di China, mengingat terdapat beberapa komponen yang masih harus didatangkan secara impor dari AS.
"Perakitan akhir hanyalah satu tahap dalam proses manufaktur," tegas juru bicara Apple.
Baca Juga: Desain Apple Mac Pro 2019 Bisa Jadi Masalah Besar, Kenapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123