Suara.com - Salah satu kartu paling langka Pokemon di dunia yang disebut Trainer No. 3, dilaporkan menghilang secara misterius.
Awalnya, kartu tersebut telah terjual seharga 60 ribu dolar AS atau sekitar Rp 845 juta di eBay pada 2018. Namun, ketika penjual mengirimkannya kepada pembeli di luar negeri, kartu tersebut menghilang.
Insiden hilangnya kartu tersebut mengguncang para kolektor trading card Pokemon karena Trainer No. 3 dianggap sebagai kartu yang memiliki nilai historis tinggi.
Benda koleksi tersebut dibagikan pada 1999 kepada pemenang ketiga dalam kompetisi game kartu Pokemon di Jepang yang disebut Super Secret Battle.
Setiap kompetisi diketahui hanya akan mengeluarkan satu seri untuk satu kartu kepada para juara. Dengan kata lain, tidak ada orang lain yang memiliki kartu Trainer No. 3, kecuali orang tersebut memalsukannya.
Kartu langka tersebut dimiliki oleh seseorang dengan nama akun pokemonplace sebagai penjual di eBay. Ia akhirnya memutuskan untuk menjual dan mengirim ke pembeli melalui USPS (united States Postal Service), sebuah agen pengiriman AS, dengan jaminan asuransi sebesar 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp 706 juta. Jumlah asuransi tersebut merupakan yang tertinggi yang dapat diberikan pada pengiriman semacam itu.
Menurut otoritas trading card Pokemon, Smpratte, pihak-pihak yang terlibat justru tidak mengetahui kasus hilangnya kartu tersebut.
"Tanggung jawab saya adalah mengirim kartu ke Aramex (perusahaan perantara yang kemudian mengirimkan kartu ke pembeli). Informasi pelacakan yang saya miliki adalah dengan surat terdaftar, resi pelacakan, serta tanda tangan. Aramex mengklaim bahwa mereka belum menerimanya dan menandatangani untuk lot massal," ucap pokemonplace, seperti yang dikutip dari Polygon.
Baca Juga: Super Gemas, Ada Pernikahan Bertema Pokemon di Jepang
Sayangnya, dikarenakan lot telah ditandatangani maka ia tidak dapat mengajukan klaim asuransi. Akhirnya, pokemonplace menganggap bahwa kartu langka miliknya itu telah hilang. Namun, pokemonplace rela mengeluarkan hadiah sebesar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 14,1 juta bagi siapa saja yang dapat menemukan kartu tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung