Jika mata uang digital ini digunakan di seluruh dunia, bagaimana Facebook akan memeriksa informasi yang diberikan?
Sebagai contoh, persoalan identifikasi data yang dihadapi oleh Liberty Reserve, sebuah mata uang digital yang beroperasi di Kosta Rika, yang menjadi tempat pencucian uang bernilai miliaran dolar sebelum ditutup pada tahun 2013.
Liberty Reserve beroperasi dengan cara yang mirip dengan PayPal, namun menggunakan mata uang sendiri. Para pengguna hanya perlu mendaftar dan melakukan transaksi transfer dengan nama, alamat email, dan tanggal lahir. Tidak ada verifikasi identitas pengguna, akibatnya banyak digunakan untuk kegiatan ilegal.
Melalui Liberty Reserve, para pengguna dapat mengirimkan uang dari bank konvensional, – biasanya tidak berlisensi dan tidak diatur dengan benar.
Pihak ketiga akan mengkonversi uang ke mata uang digital yang tidak dapat dilacak dari sumber aslinya dan menyetorkannya ke akun Liberty Reserve.
Tidak ada batasan transaksi. Liberty hanya membebankan biaya layanan 1% pada setiap transfer dan menawarkan fasilitas “keranjang belanja”. Semua transaksi tidak dapat dibatalkan.
Penyelidikan terhadap Liberty Reserve sempat menyulitkan jaksa penuntut karena mereka harus mengumpulkan bukti di yurisdiksi yang berbeda dan memiliki aturan longgar terkait anti pencucian uang atau kejahatan finansial. Jaksa menggambarkan kasus Liberty Reserve sebagai kasus pencucian uang yang terbesar dalam sejarah AS.
Meskipun Libra akan didukung oleh sejumlah perusahaan blue chip (mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil), ia berpotensi digunakan untuk kegiatan ilegal seperti yang dialami oleh Liberty Reserve.
3. Keamanan pengguna
Baca Juga: Facebook Dituding Jiplak Logo Perusahaan Lain untuk Mata Uang Kripto Libra
Facebook mengatakan akan menanggung biaya kerugian apabila terjadi peretasan, penipuan, atau pengguna kehilangan akses ke akun Calibra. Namun, seberapa jauh ia bisa mengakomodasi kerugian yang mungkin terjadi? Facebook atau Dewan Asosiasi Libra, sama dengan bank, perlu menetapkan batas untuk biaya kompensasi atas kerugian yang diderita.
4. Risiko sistemik
Ukuran proyek ini cukup mencengangkan karena pengguna aktif bulanan Facebook kini mencapai 2,4 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan WhatsApp dengan 1,5 miliar pengguna.
Apabila Facebook dapat memanfaatkan 7 juta pengiklan dan lebih dari 90 juta usaha kecil, Libra dapat mendunia dalam waktu yang sangat singkat.
Hal ini memiliki implikasi serius bagi stabilitas keuangan global dan risiko sistemik.
Libra jelas akan membutuhkan regulasi global yang tepat, tetapi badan semacam ini tidak mungkin dapat dibentuk dalam waktu singkat.
Pertanyaan mendasar adalah badan internasional mana yang tepat untuk tugas ini. Apakah diberikan kepada badan perbankan internasional, contohnya Komite Basel tentang Regulasi Perbankan, Satuan Tugas Tindakan Keuangan, atau Dewan Stabilitas Keuangan? Atau, lebih baik diberikan kepada asosiasi bank sentral global?
Belum adanya peraturan global tentang mata uang digital hingga kini masih menjadi topik hangat di antara negara-negara dan lembaga-lembaga keuangan internasional, bahkan jauh sebelum pengumuman Facebook tentang Libra.
Sayangnya, belum ada kesepakatan global untuk bisa menunjuk lembaga yang tepat dalam melakukan pengawasan terhadap mata uang digital ini.
Apabila tantangan ini dapat diatasi dan ada koordinasi regulasi yang kuat secara internasional, maka Libra dapat menjadi “mata uang global” yang baru. Namun, sebelum hal tersebut terwujudkan, paling tidak kita sedang melihat sebuah awal dari perubahan yang besar di masa depan.
Artikel ini sebelumnya sudah ditayangkan di The Conversation.
Berita Terkait
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
Top 5 Zodiak Terkuat Menurut Ahli Astrologi, Siapa Penguasa Takhta Tertinggi?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas