Suara.com - PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) mobile sejatinya adalah game yang memerlukan ponsel atau tablet berspesifikasi gahar.
Pasalnya, ukuran game itu sangat besar untuk ukuran game ponsel. Belum lagi, ditambah besarnya ukuran RAM yang tersita untuk memainkan game populer ini.
Beruntung, dilema yang mungkin dialami pengguna ponsel tadi didengar oleh Tencent Games dan PUBG Corp yang merancang PUBG Mobile Lite, sehingga game ini bisa dimainkan dalam ponsel dengan spek rendah.
Sebagaimana diwartakan oleh Livemint, Minggu (28/7/2019), PUBG Mobile Lite sudah mulai masuk ke pasar India dan tersedia di Google Play Store. Dalam deskripsinya, PUBG Mobile Lite diklaim menawarkan pengalaman gameplay tanpa kompromi untuk semua penggemarnya.
Karena berukuran lebih kecil, PUBG Mobile Lite punya perbedaan dengan PUBG Mobile versi regulernya.
Salah satunya, peta pertempuran yang dibuat menjadi lebih kecil, pengurangan jumlah pemain menjadi 60 pemain (versi reguler 100 pemain), hingga pemangkasan durasi permainan yang dibatasi menjadi 10 menit saja. Selain itu, kualitas grafis juga menurun.
Namun kabar baiknya, sejumlah pengurangan kualitas gameplay itu berimbas pada turunnya penggunaan ruang penyimpanan saat mengunduh game ini.
Sekadar catatan, game PUBG Mobile Lite hanya berukuran 400 MB, ukuran file yang jauh lebih kecil ketimbang PUBG Mobile versi standarnya yang memakan ruang 2 GB.
Baca Juga: Hari Penutupan GIIAS 2019, Ini 5 Hal Seru Buat Pengunjung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung