Suara.com - Huawei akan meluncurkan ponsel bersistem operasi non-Android sebelum 2019 berakhir, demikian diwartakan surat kabar China Global Times seperti dilansir CNet pekan ini.
Media milik pemerintah China itu mengatakan bahwa Huawei akan merilis ponsel bersistem Hongmeng pada kuartal empat tahun ini. Gawai itu akan dijual seharga 2000 yuan atau sekitar Rp 4 juta.
Gawai sistem beroperasi Hongmeng itu akan diluncurkan berbarengan dengan edisi terbaru gawai Huawei Mate 30. Ini berarti ponsel Hongmeng itu akan mengisi jajaran gawai murah Huawei.
Kabar baru ini berbeda dari keterangan Huawei pada pertengahan Juli lalu yang mengatakan bahwa Hongmeng adalah sistem operasi yang dirancang untuk perangkat internet-of-things (IoT).
Huawei sendiri memang belum pernah konsisten memberikan keterangan terkait Hongmeng. Pada awal Juli, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengklaim bahwa Hongmeng akan lebih cepat dari Android.
Ia juga mengatakan bahwa Huawei sedang mengembangkan sebuah toko atau ekosistem aplikasi untuk bersaing melawang dominasi Google Play Store dan App Store dari Apple.
Berita Terkait
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
5 HP Android Terbaru Mirip iPhone 16, Kamera dan Performa Gahar
-
Huawei Pura 90s Pro Series Siap Tantang Flagship dengan Kamera 200MP, AI hingga 5G
-
HUAWEI Pura90s Series 5G Hadir Usung 200MP Zoom Maxing, AI, & True Color Maxing
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik