Suara.com - Viralnya cerita horor KKN desa penari juga tak luput dari peran tokoh dalam kisah tersebut yang juga jadi perbincangan. Termasuk sebuah potret kereta api bernama Bima Ayu tujuan Desa Penari-Gambir ini diunggah di Instagram, potret ini sukses jadi viral.
Potret kereta api ini diunggah pertama kali dan viral di Instagram oleh akun @awreceh.id pada Sabtu (31/8/2019) lalu dengan caption ''KKN''.
Dalam unggahan tersebut terlihat sebuah gerbong kereta bernama Bima Ayu dengan tujuan Desa Penari-Gambir. Cukup familiar dengan kisah KKN desa penari, nama kereta beserta tujuannya ini lalu mencuri perhatian hingga viral di Instagram.
Banyak yang lalu mengaitkan nama kereta ini dengan tokoh-tokoh dalam kisah KKN desa penari yang viral di Twitter.
Seperti yang diketahui, KKN desa penari ini diceritakan oleh @SimpleM81378523 di Twitter pada beberapa hari yang lalu. Thread yang ia buat ini berkisah mengenai 6 mahasiswa KKN dari sebuah universitas di Jawa Timur.
6 mahasiswa tersebut antara lain Widya, Nur, Ayu, Bima, Wahyu, dan Anton. Jelas saja jika nama kereta ini menjadi viral, pasalnya dua tokoh utama dalam kisah ini bernama Ayu dan Bima.
Pada thread tersebut, nasib Ayu dan Bima tidak berakhir mulus. Keduanya harus meninggal dan jiwanya terperangkap dalam dimensi lain.
Kisah KKN desa penari ini cukup mencuri perhatian bahkan terus membuat warganet penasaran mengenai lokasi, tokoh, hingga universitas yang mengadakan KKN tersebut.
''Ada yang tau, beli tiketnya dimana?'' tulis akun @aishaads_.
Baca Juga: Viral di Twitter, Ada yang Unik, Perhatikan Baju Jemaah Salat di Masjid Ini
''ASTAGHFIRULLAH BIMAA'' komentar pemilik akun yang ternyata juga bernama Bima @biima036.
''Ketika horor masuk awreceh setan pada gak punya harga diri'' ungkap netizen dengan akun @pageantmaknews.
Terlepas dari bumbu mistis dalam kisah ini, KKN desa penari rupanya menimbulkan berbagai meme terkait kisah tersebut.
Unggahan @awreceh.id mengenai kereta api Bima Ayu dengan tujuan Desa Penari-Gambir yang viral ini sudah mendapat 203.029 likes dan 3.278 komentar.
Berita Terkait
-
KAI Andalkan CRM dan Voice of Customer, Penumpang Tembus 503,5 Juta
-
Wisman Pengguna Kereta Api Capai 308.874 Orang pada Semester I 2026
-
Solidaritas di Balik Peron: Cerita Unik dan Sisi Humanis Menjadi Anak Kereta
-
Hindari Macet Konser Akbar di Monas, KAI Izinkan Penumpang 13 KA Naik dari Stasiun Jatinegara
-
Pengalaman Naik Kereta di RI Kini Makin Setara
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
-
Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut
-
Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA
-
2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka
-
Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan
-
Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia