- PT Kereta Api Indonesia berencana memperluas jangkauan operasional KRL Jabodetabek hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028.
- Perluasan jalur transportasi massal tersebut dikerjakan melalui penambahan elektrifikasi rel guna memfasilitasi kebutuhan mobilitas masyarakat aglomerasi.
- Proyek infrastruktur baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas angkut harian KRL hingga dua juta pelanggan.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana memperluas jangkauan operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Proyek perpanjangan jalur transportasi massal andalan kaum komuter ini ditargetkan selesai pada 2028 mendatang.
“KAI terus menyiapkan pengembangan jaringan KRL melalui penambahan elektrifikasi. Ke depan, jalur KRL Bekasi akan diperpanjang dari Cikarang menuju Cikampek, sementara jalur Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong,“ ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (24/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan guna memfasilitasi kebutuhan mobilitas masyarakat aglomerasi yang terus meningkat.
KAI memproyeksikan infrastruktur baru ini mampu meningkatkan kapasitas angkut harian KRL hingga mencapai dua juta pelanggan per hari.
“Pengembangan ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas layanan KRL,” lanjut Bobby.
Pengerjaan rute anyar tersebut bertumpu pada proyek pemasangan instalasi listrik aliran atas di sepanjang rel.
Saat ini, elektrifikasi jalur lintas timur atau rute Bekasi baru mencapai Stasiun Cikarang.
Sementara itu, bentangan jaringan listrik aliran atas untuk koridor selatan saat ini baru sampai di Stasiun Bogor.
Pengembangan sarana perkeretaapian ini bergulir selaras dengan momentum perayaan hari ulang tahun KAI yang kini menginjak usia ke-81 tahun.
Perluasan rel listrik diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi kepadatan komuter dari wilayah penyangga Jakarta.