Suara.com - Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). Tak hanya mengunggah doa dan salam perpisahan melalui cuitan, beberapa warganet pun diketahui menulis puisi yang menyentuh hati untuk BJ Habibie.
Keseluruhan puisi yang dibuat oleh beberapa warganet ini tak jauh dari nama Hasri Ainun Habibie, sang istri dari putra terbaik bangsa. Keduanya memang diketahui memiliki perjalanan cinta yang fenomenal.
Salah satu puisi buatan warganet dengan akun Twitter @dikablek berjudul Dialog di Depan Api Unggun pun menyita perhatian. Dalam kolom keterangannya, pemilik akun berterima kasih kepada BJ Habibie. Puisi itu sendiri dibuatnya untuk dipersembahkan kepada BJ Habibie dan Ainun.
"Aku sudah bersamamu, Nun. Mari matikan api itu, dan kuceritakan semuanya semenjak tak ada kamu," tulis @dikablek dalam penggalan puisi yang dibuatnya pada 11 September di Samarinda.
Puisi itu kini telah dibagikan sebanyak lebih dari 20 ribu kali ke sesama pengguna Twitter. Tak hanya itu, warganet dengan akun @smg_amsterdam pun turut membuat puisi untuk BJ Habibie dan Ainun dalam sebuah utas panjang.
"Aku menemuimu pada peristirahatanmu, istriku. Membawa bekal rindu yang ku tumpu pada sakitku, menoreh senyum dalam genggam tangan rentaku. Kini engkay tak sendiri, kini kita kembali berbagi, dalam hening kita bercerita pada prasasti cinta kita," tulis @smg_amsterdam dalam salah satu utas puisinya yang berjudul Puisi Dua Masa.
Tak ketinggalan, warganet dengan akun Twitter @DarulAzis pun mempersembahkan sebuah puisi untuk BJ Habibie dengan judul Menyusul Ainun. Dalam penggalan puisinya, ia menulis, "Hari ini, Nun, aku diperkenankan menyusulmu dan kita akan kembali menjadi Sepasang Pengantin Baru".
Puisi tersebut ditulisnya pada 11 September di Yogyakarta. Puisi-puisi tersebut menjadi bukti bahwa kepergian BJ Habibie merupakan duka bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selamat jalan, BJ Habibie. Semoga beristirahat dengan tenang di sisi-Nya.
Baca Juga: Kenang Sosok Mendiang BJ Habibie, JK: Seorang Imuwan Sekaligus Negarawan
Berita Terkait
-
Karangan Bunga Ucapan Duka Membanjiri Area Rumah Habibie
-
Sarat Makna, Kata-Kata Bijak BJ Habibie Ini Bisa Jadi Motivasi Hidup
-
Bukti Cinta Sejati, Begini Momen Kemesraan Habibie dan Ainun
-
Tangis Reza Rahadian dan 3 Cerita Artis Lainnya Mengenang BJ Habibie
-
Wafatnya BJ Habibie Masih di Puncak Trending Topic Twitter Pagi Ini
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Terpopuler: Gempa Pacitan Sebabnya Apa? Black Shark Gahar Muncul
-
Gempa Pacitan M 6,2 Termasuk Jenis Gempa Apa? Jika Tembus M 7,0 Berpotensi Tsunami
-
Menolak Menyerah, Tablet Gaming Black Shark Spek Gahar Muncul di Situs Resmi
-
31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Februari 2026, Ada Ribuan Gems dan Pemain OVR 117
-
Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh, Penjualan Awal Realme P4 Power Laris Manis
-
53 Kode Redeem FF Hari Ini 6 Februari 2026, Klaim Prism Wings dan Item Jujutsu Kaisen
-
Lupa Nomor Smartfren? Tenang, Ini Solusi Cepat Cek Nomor Sendiri!
-
Gunakan AI, Fitur Auto-Dubbing YouTube Sekarang Tersedia 27 Bahasa
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Februari: Ada Icon Ginga 115-117 dan 10.000 Gems
-
7 HP Murah RAM Besar untuk Admin Bisnis Online, Multitasking Lancar Tanpa Lag