Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Minggu, 15 September 2019 | 12:15 WIB
Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei berbicara dalam acara Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, 22 Januari 2015. [AFP/Fabrice Cofrini]

Suara.com - Huawei tengah mempertimbangkan untuk menjual aset 5G miliknya. Raksasa teknologi asal China tersebut menyasar benua Biru sebagai pasar yang mereka tuju.

Hal ini disampaikan CEO Huawei Ren Zhengfei dalam sebuah wawancara. Meski sudah memiliki target pasar di luar Asia, namun ia belum menentukan perusahaan dan negara mana saja yang akan dituju.

Terkait penjualan aset 5G, Huawei memberikan kebebasan kepada pembelinya untuk memodifikasi elemen penting dan memblokir akses ke produk sesuka hati konsumen.

"Adapun Huawei akan memberikan akses penuh ke portfolio lisensi 5G milik kami, beserta kode, blueprint dan keahlian produksi kami," terang Zhengfei seperti dilansir dari Economist, Minggu (15/9/2019).

Namun sejauh ini, belum diketahui kisaran harga yang ditawarkan Huawei untuk bisnis 5G miliknya karena opsi ini masih dalam tahap pertimbangan, bukan keputusan akhir.

Logo Huawei. [Shutterstock]

Terkait munculnya opsi untuk menjual aset 5G, Huawei berterus terang bahwa rencana ini berhubungan dengan pelarangan masuknya teknologi Huawei oleh Amerika Serikat, sehingga mereka menyasar pasar Eropa.

Sebagai informasi, jaringan 5G yang dihadirkan Huawei memiliki performa yang cukup bagus diantara kompetitor lainnya.

Read more...