- Kedutaan Besar AS di Baghdad diserang drone pada Selasa (17/3) dini hari; dua drone dicegat, satu menghantam kompleks.
- Serangan juga berdampak pada Hotel Al Rasheed di Zona Hijau Baghdad, memicu pengamanan ketat dan pengerahan pasukan Irak.
- PM Irak Mohammed Shia al-Sudani mengutuk keras serangan tersebut dan berjanji akan mengusut tuntas pelaku penyerangan.
Suara.com - Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad menjadi sasaran serangan drone dan roket pada Selasa (17/3) dini hari waktu setempat.
Dua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan C-RAM, sementara satu drone lainnya menghantam gedung kedutaan, kata seorang saksi kepada Reuters.
Rekaman yang diperoleh CNN menunjukkan sistem pertahanan udara berhasil mencegat drone di atas Baghdad.
Ledakan besar terlihat sekitar 1.000 meter dari kompleks kedutaan.
“Itu kena, itu kena, itu kena, itu kena. Apa itu? Drone terbang?” kata suara dalam video yang beredar tersebut.
Sementara itu menurut laporan Al Jazeera, serangan juga mengenai Hotel Al Rasheed di Zona Hijau Baghdad, kawasan yang sangat dijaga dan menjadi lokasi kedutaan serta gedung pemerintah lainnya.
Kepulan asap dan reruntuhan terlihat saat sistem pertahanan udara bekerja menghentikan serangan.
Karyawan kedutaan, diplomat asing, dan pekerja perusahaan minyak kerap mengunjungi hotel tersebut.
Setelah serangan, pasukan keamanan dikerahkan dan kendaraan lapis baja menutup akses ke Zona Hijau.
Baca Juga: Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
Sementara itu, PM Irak Mohammed Shia al-Sudani mengecam keras serangan ke Kedutaan AS. Menurutnya, pelaku penyerangan wajib dibawah ke pengadilan.
“Pihak berwenang akan mengejar pelaku dan membawa mereka ke pengadilan segera,” ujar juru bicara PM Irak.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Abu Ali al-Askari, pejabat tinggi milisi Kataeb Hezbollah yang didukung Iran, tewas dalam serangan di Baghdad.
Sementara itu, pasukan Israel melancarkan operasi darat di Lebanon selatan pada Senin, menargetkan basis kuat Hezbollah.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat
-
Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar
-
Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian