News / Internasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 20:49 WIB
Rudal Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Iran meluncurkan rudal jenis cluster menghantam Tel Aviv dan Holon pada Selasa (17/3), merusak stasiun kereta dan fasilitas olahraga.
  • Meskipun terjadi kerusakan parah, tidak ada korban jiwa dilaporkan karena lokasi stasiun kereta sedang tidak beroperasi.
  • Serangan balasan Iran ini terjadi setelah Israel mengklaim berhasil membunuh Pemimpin Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Suara.com - Serangan rudal Iran kembali menghantam kota Tel Aviv, Israel, Selasa (17/3) malam WIB.

Laporan media Israel, Ynet menyebut rudal jenis cluster atau rudal terpecah menghantam sejumlah lokasi, termasuk stasiun kereta di Holon serta fasilitas olahraga di Tel Aviv.

"Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun kerusakan disebut sangat parah," tulis laporan media Israel itu.

Serangan terjadi tak lama setelah meningkatnya eskalasi perang antara Iran dan Israel.

Ledakan pertama menyebabkan kerusakan berat di stasiun kereta Holon Junction dan beberapa bus di sekitarnya.

Lalu lintas kereta di jalur Tel Aviv–Rishon LeZion sempat dihentikan sementara.

Pejabat kota menyebut rudal yang digunakan adalah rudal cluster yang pecah menjadi beberapa bagian saat jatuh.

Serangan rudal Iran kembali menghantam kota Tel Aviv, Israel, Selasa (17/3) malam WIB. [Tangkap layar X]

“Kami menemukan tujuh titik jatuh di seluruh kota. Ini jelas rudal terpecah yang menyebar di area luas,” kata Komandan Polisi Kota, Gili Elhadad.

Sementara itu, Wali Kota Rishon LeZion, Raz Kinstlich, menegaskan bahwa kepatuhan warga terhadap prosedur keselamatan mencegah korban.

Baca Juga: Siapa Ali Larijani? Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran yang Diklaim Israel Telah Mereka Bunuh

“Masyarakat disiplin masuk ke ruang perlindungan. Di lokasi ini, rumah terkena langsung, tetapi ruang aman menyelamatkan penghuninya,” ujarnya.

Selain stasiun kereta, sebuah kolam renang di di taman rekreasi Tel Aviv juga terkena serpihan rudal.

Bangunan di beberapa kota lain di wilayah tengah ikut mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil.

Pihak otoritas transportasi Israel menyatakan tidak ada penumpang di stasiun saat kejadian.

“Stasiun Holon memang sedang tidak beroperasi, sehingga tidak ada korban di lokasi,” kata pernyataan resmi perusahaan kereta Israel.

Seorang warga lanjut usia, Leah Bokai (90), yang tinggal dekat lokasi ledakan, menggambarkan detik-detik saat rudal jatuh.

Load More