Suara.com - Jika ada yang spesial, Google selalu memajang tokoh atau peristiwa penting di halaman utama pencariannya. Kali ini, mesin pencari paling populer di jagat maya ini mengenang sosok penyanyi legendaris asal Indonesia, Chrisye.
Google Doodle hari ini merayakan hari ulang tahun pelantun lagu "Panah Asmara" itu yang lahir pada 16 September 1949. Karikatur Chrisye pun menghiasi halaman Google pada Senin (16/9/2019).
Google Doodle hari ini memperlihatkan sosok Chrisye, lengkap dengan rambut sebahu yang menjadi ciri khasnya, sambil memegang gitar dengan latar belakang lilin yang membentuk kata Google.
Ketika mengklik gambar Chrisye, Google Doodle langsung berpindah secara otomatis dan merangkum semua informasi yang terkait dengan musisi kelahiran Jakarta itu.
Sebagai informasi, Chrisye mengawali karir bermusiknya sejak akhir era 60`an. Sebelum menjadi penyayi solo, ia terlebih dahulu bergabung dengan band Sabda Nada pada 1968.
Namun, riwayat Sabda Nada tak berumur panjang. Grup band ini kemudian bertransformasi menjadi Gipsy pada 1969.
Setelah bongkar pasang personel, band ini hijrah ke New York, Amerika Serikat, untuk menjadi homeband di Ramayana Restaurant sekitar satu tahun (1971-1972).
Saat pulang ke Tanah Air, Chrisye bersama Gipsy dipinang oleh seniman Guruh Soekarnoputra untuk membuat sebuah album rekaman, sampai akhirnya berhasil menelurkan album rock berjudul Guruh Gipsy.
Karena warna vokal Chrisye yang khas, ia mudah dikenali sehingga akhirnya ia banting stir menjadi solois lelaki. Sepanjang hidupnya, ia sudah membuat 31 album, 21 album studio, dan 9 album kompilasi.
Baca Juga: Chandra Satria, Backing Vokal Chrisye Sejak 90-an Siap Gelar Konser
Setelah lebih dari tiga dekade berkarir di belantika musik Indonesia, pemilik nama asli Christian Rahadi ini meninggal dunia dalam usia 57 tahun di rumahnya di Jalan Asem II Nomor 80, Cipete, Jakarta Selatan, pada 30 Maret 2007.
Namun karya-karyanya seperti Kidung, Lilin-Lilin Kecil, Pergilah Kasih, Seperti yang Kau Minta, dan lainnya tetap terdengar hingga sekarang.
Berita Terkait
-
Istimewanya Google Doodle HUT RI Kali Ini, Ada yang Tahu di Mananya?
-
Menggemaskan, Begini Cara Google Rayakan Hari Anak Nasional 2019
-
Tampilkan Animasi Edukatif, Google Rayakan 50 Tahun Apollo 11 Lewat Doodle
-
Rayakan Mudik, Google Doodle Juga Kenang 50 Tahun Parade LGBT
-
Google Doodle Ramaikan Mudik Lebaran 2019
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan