Ketika teleskop diarahkan ke langit menuju M87, tombak plasma ini miring, alih-alih menunjuk tepat ke garis pandang kita, itu sedikit miring ke kanan. Ilmuwan Joshua Sokol memecahnya pada 2017.
"Bayangkan satu gumpalan plasma bercahaya mulai di dasar jalan ini dan memancarkan sinar cahaya, yang keduanya bergerak menuju Bumi. Sekarang tunggu 10 tahun. Pada saat itu, gumpalan telah bergerak lebih dekat pada sebagian kecil dari kecepatan cahaya. Itu memberi sinar yang dipancarkan dari posisi kemudian beberapa tahun cahaya kepala mulai dalam perjalanan ke kita," jelasnya.
Dia menyontohkan jika membandingkan gambar pertama dan kedua dari perspektif Bumi, sepertinya gumpalan itu baru saja bergerak melintasi langit ke kanan.
"Tapi karena posisi kedua juga lebih dekat dengan kita, cahayanya memiliki jarak perjalanan yang jauh lebih sedikit daripada yang terlihat, itu berarti tampaknya di sana lebih cepat daripada yang sebenarnya, seolah-olah gumpalan menghabiskan 10 tahun itu bepergian dengan kecepatan tinggi," jelasnya.
Berita Terkait
-
Melesat ke Luar Orbit Bumi, Astronot Ini Unggah Foto Menakjubkan!
-
Peringatan NASA: Awas! Tiga Lubang Hitam Bakal Saling Bertabrakkan
-
Sebelum Mulai Beraktivitas, Baca 5 Berita Tekno Ini
-
NASA Berambisi Membuat Teleskop Bernilai Rp 8,5 Triliun
-
Mantan Juara Tinju Dunia Sebut NASA Pakai CGI untuk Buktikan Bumi Bulat
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan