Suara.com - Baru-baru ini, ilmuwan menemukan seekor spesies kuno dengan bentuk unik. Mereka menemukan fosil seekor spesies kera aneh dari 11 juta tahun lalu yang memiliki "kaki manusia" dan lengan yang mirip kera.
Penelitian mengenai penemuan spesies kuno di situs arkeologi Bavaria, Jerman ini telah diterbitkan di jurnal Nature.
Makhluk yang mempunyai alat penggerak aneh tersebut belum pernah ditemukan oleh ilmuwan sebelumnya.
Profesor Madelaine Bohme dari Universitas Tubingen, Jerman menjelaskan bahwa leluhur kera kuno kemungkinan tidak berkembang di Afrika, melainkan di Eropa.
Spesies kuno anyar itu dinamakan oleh ilmuwan sebagai Danuvius guggenmosi.
Kata Danuvius berasal dari nama Dewa Sungai yang dipercayai bangsa Celtic-Roman sementara "guggenmosi" adalah kata yang digunakan untuk menghormati Sigulf Guggenmos, seseorang yang menemukan tempat fosil tersebut.
Masih banyak ilmuwan yang tidak tahu secara pasti asal usul hominin, kelompok spesies yang mencakup manusia dan kerabat dekat mereka setelah mereka berpisah dari garis keturunan simpanse.
Itu karena para ilmuwan tidak memiliki bukti fosil yang sesuai untuk mengungkapnya.
Sejak 1970-an, ahli paleontologi telah menggali banyak fosil spesies kera dari Eropa dan Afrika.
Baca Juga: 5 Aplikasi Android Terbaik November 2019
Mereka menggali fosil dari zaman Miosen pertengahan hingga akhir atau sekitar 13 juta hingga 5,3 juta tahun lalu.
Ketika itu mereka berpikir garis keturunan kera dan manusia berbeda.
Namun, tidak satu pun dari fosil-fosil yang ditemukan mempunyai tulang tungkai yang benar-benar utuh sehingga membatasi para peneliti untuk mengungkapkan bagaimana spesies purba tersebut bergerak.
Kini dengan ditemukan fosil milik Danuvius guggenmosi, ilmuwan dapat melihat fosil tulang tungkai secara utuh.
"Danuvius seperti kera dan hominin dalam satu tubuh. Selain itu siku, tulang punggung bagian bawah dan tulang kering memiliki struktur yang mirip manusia," kata profesor Madelaine Böhme.
Dilansir laman Live Science, lengan yang agak memanjang milik Danuvius guggenmosi menunjukkan bahwa ia menggantung dari pohon ke pohon seperti kera besar modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Spesifikasi Up Phone, HP Buatan Indonesia yang Desainnya Mirip iPhone
-
5 HP Rp2 Jutaan Kamera Terbaik 2026 untuk Konten Kreator
-
Cara Membuat Subtitle Otomatis di CapCut untuk Video TikTok dan Instagram
-
Apa Perbedaan iPad Air dari iPad Pro? Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?
-
5 HP Murah di Bawah Rp1 Juta yang Masih Layak Pakai di 2026
-
5 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Terbaik 2026, Fleksibel untuk Pelajar dan Pekerja
-
5 HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB Terbaik 2026, Memori Lega untuk Multitasking
-
26 Kode Redeem FC Mobile Minggu 11 Januari 2026: Prediksi OVR 117 dan Bocoran Event Cerita Bangsa
-
52 Kode Redeem FF Terbaru Minggu 11 Januari 2026: Bocoran Event Ramadan dan Klaim Trogon Ruby