Tekno / Internet
Senin, 11 November 2019 | 12:05 WIB
Pendafaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) (Suara.com/Ria)

Suara.com - Pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 secara online resmi dibuka pada Senin (11/11/2019).

Peserta yang berminat menjadi pegawai pemerintahan bisa melakukan pendaftaran melalui laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), sscn.bkn.go.id.

Antusiasme para peserta pun bergema hingga media sosial Twitter. Dari pantauan Suara.com, tagar #CPNS2019 menduduki Trending Topic Twitter Indonesia dengan jumlah cuitan sebanyak lebih dari 5 ribu tweet.

Tak sedikit warganet yang mencuitkan syarat hingga tata cara pendaftaran online CPNS melalui akun Twitter mereka. Lewat tagar tersebut, warganet juga mencuitkan doa serta harapannya agar lolos dalam seleksi CPNS 2019 kali ini.

"Bismillah. Semoga lelah ini membawa hasil dan berkah. Terus belajar agar ada persiapan #CPNS2019," tulis akun @thama069.

"Bismillah ya Allah kalau memang yang terbaik berikan jalan dan kemudahan dalam menjalankannya," cuit @mboooottt__.

Cuitan warganet harapan #CPNS2019. [Twitter]

"#CPNS2019 Bismillah kita coba lagi," komentar @Niati0706.

"Tuhanku untuk seleksi #CPNS2019 udah mulai dibuka, semoga ketika mendaftar nanti sukses dan lolos. Diberi pilihan terbaik dariMu. Semangat hari #Senin," tambah @vikalutfianaa.

Tak hanya itu, fenomena tingginya antusiasme pendaftaran CPNS ini sendiri juga dinilai sebagai kritik kepada pemerintah atas rendahnya angka pengusaha di Indonesia.

Baca Juga: Naik Ojol Berbeda Bergandengan Tangan, Warganet : Kejombloanku Meronta

"Membanjirnya pemburu kerja ketika pendaftaran penerimaan #CPNS2019 dibuka, menurutku itu salah satu tanda bahwa negara telah gagal menumbuhkan keberanian dan kecakapan rakyatnya untuk berwirausaha di samping menciptakan rasa aman dan nyaman. Jumlah pengusaha seupil ingin menjadi negara maju?" tulis akun @Stevani2019.

Cuitan warganet harapan #CPNS2019. [Twitter]

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan 197.111 formasi dalam seleksi CPNS 2019. Formasi tersebut berasal dari 68 Kementerian atau Lembaga dan 461 Pemerintahan Daerah.

Load More