Suara.com - Ujian yang diadakan sekolah selalu menjadi hal menegangkan bagi sebagian besar murid karena takut mendapatkan nilai jelek dan berakhir mengecewakan atau dimarahi oleh orang tua.
Tapi belakangan beredar status WhatsApp seorang wali kelas yang berisi pesan menyentuh di media sosial Twitter. Dibagikan oleh akun Twitter @alfhrodite pada 21 Desember, ia mengunggah beberapa foto berupa tangkapan layar status WhatsApp tersebut dalam sebuah utas.
"Status WA wali kelas aku (a thread)," tulis pemilik akun dalam kolom keterangan pada unggahannya.
Adapun pesan yang ditulis dalam status tersebut berbunyi, "Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi mohon diingat, ditengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti matematika. Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran sejarah atau sastra. Ada calon musisi, yang nilai kimianya tak akan berarti. Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada fisika. Ada calon fotografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang seni berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini," tulis wali kelas yang diketahui bernama bu Nani.
"Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja: 'tidak apa-apa, itu hanya sekadar ujian.' Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, tidak penting berapa pun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan bisa mencabut impian dan bakat mereka. Berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini. Hormat saya, wali kelas," tambahnya.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 29.200 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit yang merasa terharu dan status yang ditulis wali kelas tersebut memiliki arti yang sangat dalam.
"Nangis bacanya, untung ortu nggak pernah marah. Ya Allah makasih mama papa nggak pernah marah walau nilai MTK jelek," tulis akun @fikri_f99.
"Aku pengen jadi orang tua yang kayak gini, nggak membatasi anak untuk berbuat apapun sesuai bakat dan minatnya. Asalkan positif kan nggak apa-apa, karena dibatasi itu nggak enak. Pengalaman," komentar @doremissyu.
"Ini pasti ibunya kalau belajar di kelas seru. Andai guru aku pas sekolah gini, mungkin anak-anak akan semangat belajar hal apa yang mereka sukain," tambah @robbycm_.
Baca Juga: Duh! Penjualan Motorola Razr Ditunda
"Sebagai seorang wali kelas, bersyukur banget banyak wali murid yang sadar kalau tidak hanya faktor akademis saja yang mendukung kesuksesan anak. Dukungan dan perhatian ketika nilai tidak sesuai harapan itu yang paling penting," ungkap @ArifBIrawan.
"Seandainya semua orang tua pemikirannya begini. Ada murid lesku, dia dapet nilai matematika di bawah KKM dimarahin orang tuanya. Udah usaha mati-matian biar nilainya meningkat, eh begitu dapet nilai 98 bukannya diapresiasi tapi malah tetep dimarahin gara-gara nggak dapet nilai 100," cuit @__emacndrk.
Berita Terkait
-
Ditanya Mahasiswa, Jawaban Bercanda Dosen Ini Bikin Mikir
-
Tak Ada Harga Diri, Bencana Alam di +62 Malah Dijadikan Arena Bermain
-
Bon Pembayaran Es Teh Manis Ini Penuh Kejanggalan
-
Ealah Miskom! Tingkah Bule Lihat Pengamen Pertama Kali Ini Bikin Ngakak
-
Bisa Ditiru, Ide Bagus Agar Dosen Penguji Takut Bertanya Saat Sidang
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga