Suara.com - Sony resmi meluncurkan PlayStation 2 pada 4 Maret 2000 di Jepang sebagai penerus PlayStation pertama. Tak terasa konsol game ini telah berusia 20 tahun.
Hadir sebagai penerus kesuksesan PlayStation pertama, konsol game ini disambut antusias saat peluncurannya. Menyusul peluncuran di sejumlah regional.
26 Oktober 2000 meluncur di Amerika Utara, 24 November 2000 ke Eropa dan menyusul 30 November 2000 PlayStation 2 menyusul hadir ke Australia.
Selang beberapa tahun, Sony menghadirkan revisi PlayStation 2 dalam wujud lebih tipis. PlayStation 2 Slim meluncur pada 2004.
Perjalanan konsol game ini pun terus berlanjut. Produksi PlayStation 2 baru dihentikan pada 2013 ketika PlayStation 4 tiba.
Ketika PlayStation 3 datang, konsol game ini masih saja berada di puncak popuralaritas. Bahkan masih banyak game baru rilis.
Panjangnya masa produksi PlayStation 2 tidak lain karena memang masih laris manis. Bahkan disematkan sebagai konsol game terlaris sepanjang masa.
Penjualan PlayStation 2 ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan konsol game populer lainnya, seperti Nintendo DS, Game Boy, bahkan Nintendo Wii.
Menurut data dari IGN, PlayStation 2 berada di puncak daftar konsol game terlaris sepanjang masa dengan membubuhkan angka penjualan 159 juta unit.
Baca Juga: Xbox Series X Resmi Diungkap, Konsol Game Pesaing PlayStation 5
Lebih lengkapnya, berikut ini daftar konsol game terlaris sepanjang masa hingga 2019.
- PlayStation 2 - 159 juta unit,
- Nintendo DS - 154,02 juta unit,
- Game Boy / Game Boy Color - 118,69 juta unit,
- PlayStation 4 - 106 juta unit,
- PlayStation - 102,4 juta unit,
- Nintendo Wii - 101,63 juta unit,
- PlayStation 3 - 87,5 juta unit,
- Xbox 360 - 85 juta unit,
- Game Boy Advance - 81,51 juta unit
- PlayStation Portable - 80 juta unit,
Popularitas PlayStation 2 juga ditunjang pemakaian teknologi baru. Salah satunya pemakaian DVD yang memberikan kapasitas besar dibandingkan CD.
Gebrakan lain adalah pemakaian Ethernet atau LAN port yang akhirnya mempopulerkan game online ke konsol game. Sebelumnya game online lebih didominasi PC.
Sebelum PlayStation 2 memang sudah ada konsol game lain yang memiliki aksesoris untuk koneksi internet. Namun belum ada yang sepopuler PlayStation 2.
Secara hardware, PlayStation 2 mengandalkan CPU Emotion Engine yang didesain Sony bersama Toshiba. CPU ini berjalan pada kecepatan 300 MHz.
Ditunjang GPU Graphics Sunthesizer 150 MHz ditunjang 4 MB eDRAM sebagai VRAM dan 32 MB RDRAM sebagai system RAM. Sistem ini mampu melakukan komputasi 6,2 GFLOPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Pesaing Redmi Note 15 5G: Spek Gahar, Harga Bersahabat
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari 2026: Rebutan Dembele UTOTY yang OP Banget
-
Vivo X300 Ultra Bakal Bawa Sensor Sony LYT901 dan Baterai 7.000 mAh
-
File Epstein Guncang Dunia Game: Mantan Petinggi GTA dan Call of Duty Terseret
-
5 HP Murah Tanpa Iklan 'Pop-Up', Pemakaian Harian Tenang tanpa Gangguan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia