Suara.com - Masyarakat Jepang dibuat heboh dengan turunnya hujan berwarna hitam atau disebut dengan Black Rain. Kejadian itu menimbulkan sejumlah teori dan spekulasi yang beredar di berbagai situs media sosial. Mulai dari kejatuhan nuklir, polusi, hingga kebakaran pabrik.
Mayoritas laporan Black Rain datang dari Kota Hasuda, tetapi daerah yang terkena dampak lainnya termasuk Ageo, Iwatsuki dan Kuki, serta Saitama. Foto-foto penampakan hujan hitam itu beredar di Twitter pada 2 Maret dengan tagar #blackrain.
Dikutip laman Sora24, para pejabat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyelidiki situasi tersebut setelah mendapat keluhan dari warga tentang genangan hitam di mana-mana.
Black Rain dianggap sebagai pertanda buruk yang sangat serius di Jepang, sejak serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Pada Perang Dunia II, Amerika Serikat meluncurkan dan menjatuhkan bom atom pertama di dunia di Hiroshima pada Agustus 1945.
Bom kedua dijatuhkan di Nagasaki pada tiga hari kemudian. Insiden pertama menewaskan 120 ribu orang. Beberapa zat radioaktif melesat ke atmosfer dan menyebabkan "Black Rain" di seluruh area serangan nuklir.
Meski begitu, tidak ada laporan aktivitas nuklir yang ditemukan di Saitama. Hal itu pun mengembangkan spekulasi lain. Beberapa orang menyebut bahwa hujan hitam datang dari rudal nuklir Korea Utara yang diluncurkan hari itu.
Masyarakat juga mengatakan bahwa itu mungkin berasal dari kebakaran di sebuah pabrik di Noda, Prefektur Chiba, di mana pencampuran asap dengan pewarna bisa menyebabkan warna hitam.
Hingga berita diturunkan masih belum ada informasi resmi dari pihak terkait seputar hujan berwarna hitam ini. Pasalnya, belum ada pernyataan dari pihak berwenang terkait maslah ini,
Baca Juga: Karyawati Dipecat Setelah Videonya Joging Tanpa Masker Viral di Internet
Berita Terkait
-
Catat! Setelah Jakarta, Kota-Kota Ini Bakal Alami Hari Tanpa Bayangan
-
Kagum Tapi Bikin Ngeri, Kumpulan Kapas Raksasa Ada di Dekat Pantai
-
Aneh, Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan
-
Maulid Nabi, Awan Berbentuk Lafaz Allah di Langit Kudus Gegerkan Warganet
-
Ubur-ubur Muncul di Pesisir Pantai, Pihak Ancol: Hanya Fenomena Alam
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123