Suara.com - Para ilmuwan saat ini tengah berupaya keras untuk mencari vaksin yang bisa mengobati virus corona Covid-19.
Namun di luar para ahli, deretan influencer berikut ini dengan berani mengklaim punya metode untuk melawan COVID-19, meskipun argumen mereka tanpa dasar ilmu yang pasti.
Krystal Nielson, pesohor yang dikenal sebagai kontestan acara reality show Bachelor dan telah berubah haluan menjadi pelatih fitness ini menjadi salah satu yang disorot publik.
Belum lama ini, ia mengunggah video terkait hubungan antara makanan olahan, inflamasi, dan COVID-19.
Parahnya, metode yang ia klaim sebagai penangkal virus corona itu ia tawarkan dalam sebuah program detoks tubuh yang dijual mulai dari 97 dolar AS atau sekitar Rp 1,5 juta hingga 494 dolar AS atau sekitar Rp 8 juta.
Karena hanya berdasarkan opini pribadi, banyak orang yang melaporkan video tersebut sehingga video itu kini telah dihapus.
Selain itu, ada pula Ben Greenfield, bodybuilder yang punya followers 250 ribu orang.
Ia mengunggah postingan tentang ozone therapy atau terapi ozon yang ia diklaim sebagai pengobatan alternatif yang sudah terbukti membunuh virus corona, SARS, dan virus baru lainnya.
Lagi-lagi, opini tanpa ilmu medis ini berujung pada penjualan produk.
Baca Juga: Update Corona 5 April 2020 di Jogja: 4 Pasien Positif Meninggal, 6 Sembuh
Postingan tersebut disertai dengan link untuk membeli alat home ozone generator yang dihargai 6 ribu dolar AS atau setara Rp 98 jutaan dengan kode BEN100 untuk mendapatkan diskon 100 dolar AS dan mengaku telah merasakan manfaat dari alat tersebut setelah ia gunakan bersama keluarganya.
"Orang-orang mengetahui tentang seberapa kuat alat ini untuk melawan virus dan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga saya harus mengunggah ini dengan cepat. Alat-alat ini kemungkinan akan terjual habis pada akhir minggu ini," tulis Greenfield, seperti dikutip dari Wired, Minggu (5/4/2020).
Influencer lainnya yang berpsekulasi punya cara jitu melawan COVID-19 datang dari seorang YouTuber bernama Holly Dolke.
Dalam sebuah video berjudul 'How to build immunity for the Coronavirus,' ia merekomendasikan sejumlah vitamin dan suplemen yang diklaimnya mampu membantu tubuh untuk mencegah infeksi, antara lain vitamin D, vitamin C, dan zinc.
Menanggapi opini ngawur para influencer terhadap obat virus corona tersebut, Michael Starnbach dari Harvard University yang berfokus pada mikrobiologi dan imunobiologi mengatakan bahwa gagasan untuk menggunakan disinfektan secara internal adalah hal yang salah.
Memang benar, kata Starnbach, studi menunjukkan bahwa memiliki nutrisi yang cukup dapat meningkatkan imun tubuh untuk melawan infeksi seperti dengan tingkat vitamin D yang memadai yang telah dikaitkan dengan sedikit penurunan infeksi seperti flu biasa. Akan tetapi, itu tidak berarti mengonsumsi banyak vitamin D atau suplemen lain dapat mencegah penyakit yang disebabkan virus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
-
Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras
-
Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara
-
10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB
-
Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?