Suara.com - Astronom menyebut akan ada fenomena langit menarik yang bisa diamati pada akhir April dan awal Mei 2020, yaitu komet C/2019 Y4 atau dikenal juga sebagai komet ATLAS.
ATLAS sendiri merupakan akronim untuk Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System, sebuah penelitian berbasis di Hawaii yang difokuskan untuk mendeteksi benda-benda kecil di dekat Bumi, beberapa minggu sebelum benda langit itu berdampak pada Bumi.
Namun, dalam sebuah konsensus pengamatan yang diambil dari Comet Observations Database menyebutkan bahwa setelah mencapai magnitudo +8 ketika melintasi orbit Mars, komet ATLAS semakin redup dalam beberapa hari terakhir ini dengan magnitudo yang terus meningkat menjadi +8,8 hingga +9,2, di mana semakin besar angka magnitudo maka semakin redup objek langit tersebut.
Menurut Quanzhi Ye, seorang astronom di Universitas Maryland, dan astronom Qicheng Zhang dari Caltech di Astronomers Telegram, komet ATLAS kemungkinan mengalami disintegrasi atau pecah. Hal itu terlihat berkat pengamatan melalui Ningbo Education Xinjiang Telescope (NEXT).
NEXT mengabadikan citra komet ATLAS yang memiliki pseudo-nukleus atau nukleus baru yang belum terkonfirmasi berukuran sekitar 3 detik busur panjangnya yang terletak di dekat ekor komet. Menurut astronom, keberadaan nukleus tersebut yang membuat komet ATLAS meredup.
Meski begitu, hal ini bukanlah sesuatu yang langka pada komet. Dilansir laman Sky and Telescope, Selasa (14/4/2020), nukleus komet sering diartikan bahwa komet tersebut sedang menuju kehancuran. Pecahnya komet disebabkan tak lain karena komposisi objek itu sendiri.
Dikutip laman Space.com, komet merupakan objek es sehingga ketika terkena sinar Matahari, komet akan dengan cepat menguap. Penguapan tersebut akan membuat rotasi komet menjadi lebih cepat dan menjadi penyebab komet bisa pecah.
Pakar komet terkenal John Bortle menyebutkan dengan meredupnya komet ATLAS, kemungkinan besar komet tersebut bisa pecah ketika tiba di sekitar Matahari pada akhir Mei.
Namun, para pengamat tidak bisa memperkirakan dengan pasti apakah komet ATLAS bisa diamati dari Bumi dengan mata telanjang pada akhir April atau tidak, mengingat komet adalah benda langit yang terkenal tidak dapat diprediksi.
Baca Juga: Kelamaan Diaduk, Dalgona Coffee Gagal Ini Malah Jadi Bumbu Rujak
Jika mengikuti kurva cahaya yang diprediksi pakar komet Jepang Seiichi Yoshida yang diunggah di situs web Visual Comets in the Future, komet ATLAS mungkin akan samar-samar terlihat oleh mata telanjang pada akhir April atau awal Mei. Sementara para pertengahan Mei, jika tidak pecah, komet itu akan seterang bintang Polaris.
Berita Terkait
-
Terbaru, Astronom Bagikan Gambar Resolusi Tertinggi Matahari
-
Diprediksi Saingi Cemerlangnya Bulan, Komet Atlas Mungkin Sudah Hancur
-
Berada di Luar Galaksi, Astronom Temukan Lubang Hitam Langka
-
Komet Atlas Bakal Bisa Dilihat dari Bumi, Catat Tanggalnya
-
Astronom Temukan Cara Abadikan Gambar Lubang Hitam Lebih Jelas
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Kronologi Kasus Viral Santriwati Ngaku Hamil Lewat Mimpi, Seorang Kiai di Pekalongan Ditangkap
-
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Murah Diotaki Ryzen 5 dengan RAM Upgrade hingga 32GB
-
Penampakan Samsung Galaxy A27 Terbaru: Snapdragon Gantikan Exynos, Ultrawide Downgrade
-
Zenbook A14 OLED Jadi Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama di Indonesia dengan Baterai Tahan 24 Jam
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TOUGHBOOK 40 Mk2, Laptop Tahan Banting dengan AI
-
Lenovo ThinkStation PGX Resmi Hadir di Indonesia, Workstation AI Ringkas dengan Performa 1 PetaFlop
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
3 HP Redmi Midrange Paling Worth It di 2026, Spek Gahar dan Harga Masih Masuk Akal
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
40 Kode Redeem FF Terbaru 28 Mei 2026: Cek Event Pinky Sembari Tukar Token Universal