Suara.com - Salah satu aktivitas menghilangkan kejenuhan saat physical distancing adalah bermain game. Nintendo Switch menjadi populer sejak pandemi ini membuat banyak orang tak pergi ke luar rumah.
Tak kebagian, gamer yang satu ini merakit Nintendo Switch buatannya sendiri. Gamer tersebut membagikan proses membuat Nintendo Switch buatanya melalui forum Reddit.
Pemilik akun Sarbaaz37 ini membagikan panduan serta foto proses merakit Nintendo Switch miliknya sendiri.
Dilansir dari laman Gamespot, terdapat 22 bagian yang semua komponennya ia buat sendiri dan menghabiskan total kurang dari 200 dolar atau sekitar Rp 3 juta rupiah.
Biaya tersebut tentu sangat murah dibandingkan dengan harga Nintendo Switch yang dibanderol seharga Rp 7,6 juta di situs Amazon.
Dari 22 bagian komponennya tersebut ia merakit Nintendo Switch buatannya sendiri. Namun sepertinya panduan membuatnya cukup rumit, sehingga sulit jika dipraktekkan di rumah.
Sempat terjadi panic buying untuk memborong kebutuhan pokok. Tidak ketinggalah konsol game Nintendo Switch ikut dibeli.
Kelangkaan Nintendo Switch ini terjadi di Amerika Serikat. Belum lama ini sebagaimana dilansir laman CNBC, Rabu (1/4/2020), banyak toko yang kehabisan Nintendo Switch.
Seandainya ada yang menjual, harganya meroket di atas limit harga yang ditetapkan pihak Nintendo.
Baca Juga: Berdesain Apik, Microsoft Luncurkan Xbox One X Bertema Cyberpunk 2077
Namun setelah virus asal Wuhan itu menyebar, mahar yang diperlukan untuk menebus konsol andalan Nintendo itu sebesar 399 dolar AS (Rp 6,6 juta) atau melebihi angka yang ditetapkan Nintendo.
Gilanya, harga Nintendo Switch termurah di platform online lebih sadis lagi. Di situs Amazon misalnya, satu unit Switch dihargai 460 dolar AS atau setara Rp 7,6 jutaan.
Melihat fenomena ini, Nintendo mengakui permasalahan ada pada suplai konsol game tersebut yang berkurang.
Pasalnya, beberapa pabrik yang memproduksi Nintendo Switch sudah berhenti beroperasi lantaran ancaman virus corona.
Sementara untuk mendatangkan Nintendo Switch dari luar negeri, ada keterbatasan untuk pengiriman perangkat ke negara-negara yang menerapkan status lockdown.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana
-
BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade
-
Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah
-
Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!
-
Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu
-
Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap