Suara.com - Para ilmuwan baru saja melaporkan bahwa medan magnet Bumi secara misterius melemah. Perlu dikhawatirkan, apa yang terjadi dengan medan magnet Bumi?
Diketahui, medan magnet Bumi di beberapa daerah seperti Amerika Selatan dan Afrika ini tiba-tiba melemah dan menimbulkan pertanyaan besar bagi para ilmuwan. Fenomena ini disebut sebagai South Atlantic Anomaly.
Mengutip Independent.co.uk, melemahnya medan magnet Bumi ini jelas saja tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, hal ini berpengaruh pada gangguan satelit dan pesawat antariksa.
Seperti yang diketahui, medan magnet Bumi merupakan kekuatan dinamis dan kompleks yang bertugas untuk melindungi manusia dari radiasi dan partikel-partikel dari Matahari.
Sejarah mencatat bahwa dalam dua abad ini, medan magnet Bumi mengalami kehilangan 9 persen dari kekuatannya. Karena itu, hal tersebut perlu dianggap serius.
Mengandalkan pengamatan satelit, para ilmuwan dari European Space Ageny atau ESA lalu melakukan penelitian terhadap medan magnet Bumi yang melemah ini.
Menurut para ilmuwan melemahnya medan magnet Bumi ini telah terjadi selama lebih dari satu dekade dan mengejutkannya, dalam beberapa tahun belakangan ini, fenomena tersebut berkembang secara cepat.
Beruntungnya, satelit Bumi mampu melakukan investigasi perkembangan medan magnet Bumi sehingga sangat membantu ilmuwan untuk penelitian lebih lanjut.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh ilmuwan adalah mengenai pemahaman akan proses yang terjadi di inti Bumi hingga kemudian memunculkan perubahan pada medan magnet Bumi tersebut.
Baca Juga: Temani Momen Lebaran, Ini 5 Game Online Seru untuk Main Bareng Keluarga
ESA menjelaskan bahwa fenomena tersebut bisa saja terjadi jika Kutub Utara dan Kutub Selatan Bumi tiba-tiba dapat bertukar tempat. Cukup jarang ditemui, fenomena ini muncul terakhir kali hanya terjadi pada 780 ribu tahun silam.
Lebih lanjut, ESA memperingatkan bahwa beberapa pesawat antariksa yang terbang di wilayah medan magnet Bumi yang melemah ini kemungkinan besar akan mengalami gangguan dan mungkin menyebabkan masalah teknis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru
-
Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
24 Kode Redeem FF 14 April 2026, Siap-siap Mystery Shop Kolab Gintama Segera Rilis di Server Indo
-
Strategi PB ESI Siapkan Timnas Indonesia untuk Ajang Global ENC 2026
-
Bocoran Harga Redmi K90 Max, HP Gaming dengan Dimensity 9500 dan RAM 16 GB
-
RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite
-
IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor
-
Oppo F33 Pro 5G Muncul di Google Play Console, Bawa RAM 8GB dan Baterai 7000mAh Jelang Rilis
-
5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh