Suara.com - Para ilmuwan menemukan 130 panah yang berasal dari 48.000 tahun yang lalu. Ditemukan di Gua Fa-Hien Lena di Sri Langka, proyektil tulang ini merupakan senjata tertua dari jenisnya yang ditemukan di luar Afrika dan disertai penemuan alat-alat lain yang mungkin digunakan untuk membuat pakaian.
Gua Fa-Hien Lena merupakan semacam harta karun antropologis. Setelah menganalisis beberapa peninggalan yang ditemukan di sini, tim ilmuwan telah menentukan bahwa penghuni purba ini mungkin berburu permainan menggunakan busur dan anak panah, dengan panah yang sebagian besar terbuat dari tulang monyet.
Sebanyak 130 proyektil memiliki tampilan yang penyok, goresan, dan tanda dampak lainnya akibat kerusakan selama perburuan. Samakin panjang panah, itu menunjukkan bahwa panah digunakan untuk berburu binatang yang lebih besar, seperti babi dan rusa.
Sebelum penemuan ini, bukti paling awal untuk senjata proyektil berkecepatan tinggi di Asia Selatan berasal dari Sarawak, tempat panah yang diperkirakan berumur sekitar 32.000 tahun telah ditemukan.
Para penulis penelitian baru ini menjelaskan bahwa proyektil yang ditemukan di Fa-Hien Lena sangat mirip dengan artefak muda ini, dengan perbedaan utama tertelak pada penggunaan tulang, di mana panah di Sarawak terbuat dari tulang mamalia yang lebih besar.
Dilansir dari IFL Science pada Sabtu (13/6/2020), para ilmuwan juga menggambarkan penemuan berbagai alat yang pernah digunakan untuk membuat kulit binatang dan serat tumbuhan untuk membuat pakaian. Mengingat suhu hangat di hutan tropis, tidak mungkin manusia purba yang tinggal di daerah itu perlu memakai pakaian dari kulit agar tetap hangat, sehingga ilmuwan berhipotesis bahwa mereka mungkin menutupi diri dengan kulit sebagai bentuk perlindungan terhadap serangga pembawa penyakit.
Barang-barang lain yang ditemukan di Fa-Hien Lena juga mencakup manik-manik dekoratif dan kerang laut, yang kemungkinan telah diperdagangkan sebagai bentuk mata uang. Penemuan artefak laut sangat menarik karena ini menunjukkan jaringan perdagangan yang mapan, yang mengubungkan penghuni hutan daratan dengan populasi pesisir.
Berbagai peninggalan yang ditemukan di Fa-Hien Lena melukiskan gambaran terperinci tentang kecanggihan teknologi dan sosial manusia purba paling awal untuk mendiami hutan-hutan Asia Selatan dan mengungkapkan cara mereka dapat bertahan hidup serta berkembang dalam lingkungan alam.
Baca Juga: Peneliti LIPI Temukan Spesies Katak Mini Baru di Sumatera Bagian Selatan
Berita Terkait
-
Ditangkap! Pria Misterius di Kelapa Gading Jakut Teror Warga Pakai Panah, Apa Motifnya?
-
Tak Hanya Dongeng, Ilmuwan Temukan Bukti Adam dan Hawa Benar-benar Ada
-
Panah Putri: Kinerja yang Menginspirasi dan Harapan Baru di Era Prabowo
-
Subuh-subuh Bawa Celurit hingga Anak Panah buat Tawuran, 2 ABG di Johar Baru Jakpus Diringkus
-
Ilmuan Muda Indonesia Dapat 3 Medali di Ajang World Young Inventors Exhibition
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga