Suara.com - Para peneliti keamanan dari Check Point Research berhasil menemukan 11 kode aplikasi membawa malware Joker.
Malware ini diketahui sangat merugikan pengguna Android karena Joker bisa membuat perangkat berlangganan aplikasi premium tanpa sepengetahuan sang pemilik.
"Malware ini terus berupaya menemukan jalannya ke toko aplikasi resmi Google karena kodenya terus berubah. Dengan begitu, malware ini mampu melewati keamanan Play Store dan pemeriksaan keamanan," terang peneliti keamanan Check Point Researh, Aviran Hazum, seperti dikutip dari laman resminya, Minggu (12/7/2020).
Secara teknis, Hazum menuturkan bahwa cara kerja malware Joker sebenarnya termasuk klasik. Sebelum menginfeksi perangkat, Joker meggunakan dua komponen utama.
Pertama, harus ada Notification Listener yang merupakan bagian dari aplikasi sebenarnya. Kedua, dex file yang diunduh dari server C&C yang menyebabkan perangkat untuk berlangganan aplikasi premium.
Namun, para peretas melakukan kamuflase dex file dengan menyembunyikannya di dalam aplikasi. Inilah hal yang jarang diperhatikan pengguna.
Kendati begitu, Hazum membeberkan bahwa aplikasi yang sudah terinfeksi malware Joker biasanya memiliki kode apk tersendiri.
Saat ini, pihaknya sudah mendeteksi 11 kode aplikasi yang positif disusupi malware Joker, sebagaimana dikutip dari The Hacker News.
1. com.imagecompress.android
Baca Juga: Ketegangan Berbuntut Panjang, AS Pertimbangkan Blokir untuk TikTok
2. com.contact.withme.texts
3. com.hmvoice.friendsms
4. com.relax.relaxation.androidsms
5. com.cheery.message.sendsms
6. com.cheery.message.sendsms
7. com.peason.lovinglovemessage
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
IOC Tolak Pengaduan FairSquare terhadap Gianni Infantino soal Dukungan ke Donald Trump
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti
-
Yogyakarta Jadi Magnet Turis Asing, 126 Ribu WNA Gunakan Kereta Sepanjang Semester I 2026
-
Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
-
MacBook Neo 2 Siap Gebrak Pasar 2027: Chip A19 Pro dan RAM 12GB Jadi Standar Baru Laptop Terjangkau